CPNS Guru Akan Dikirim ke Daerah Terpencil

Senin, 29 Juni 2015 - 09:53 WIB
CPNS Guru Akan Dikirim...
CPNS Guru Akan Dikirim ke Daerah Terpencil
A A A
JAKARTA - Seleksi calon guru yang akan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai 2016 tidak akan sembarangan. Calon guru ini akan dikirim dulu ke daerah terpencil lalu diasramakan.

Diektur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Supriadi Rustad mengatakan, kalau sekarang ini sangatlah mudah menjadi guru.

Diakui Supriadi, seseorang yang sudah kuliah selama empat tahun bisa menjadi guru tanpa diseleksi menjadi CPNS. Selanjutnya mereka akan mengikuti sertifikasi yang memungkinkan mereka mendapat tunjangan profesi.

"Di dalam konsep Kemenristek Dikti tidak boleh demikian. Guru harus difilter dari awal. Yang tidak hebat tidak akan masuk seleksi karena tidak boleh sembarang orang menjadi guru," kata Supriadi dalam Pameran Foto SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, Terpencil) berjudul Melahirkan Sang Penyayang di Kantor Kemenristek Dikti, kemarin.

Supriadi menjelaskan, Kemenristek Dikti mulai akan menyaring calon guru melalui dua filter pada 2016. Tahapan pertama ialah setiap calon guru akan diwajibkan mengikuti SM3T.

SM3T adalah penempatan guru di sekolah terpencil selama satu tahun. Selain mendapat akses khusus ke formasi CPNS mereka juga diberikan biaya hidup selama penempatan.

Dia menjelaskan, penempatan SM3T akan digenjot ke Papua sebab yang awalnya daerah ini sulit untuk dimasuki namun pada 2013 lalu akhirnya dengan perjuangan para guru SM3T perintis masyarakat pun menyadari pentingnya guru bagi anaknya.

Dia menjelaskan, pada 2014 lalu akhirnya semua bupati mulai menerima SM3T. Hal ini menjadi pertanda Indonesia baru yakni peranan pendidik yang tidak dikotomi putra daerah melainkan pendatang pun bisa berkiprah di daerah lain.

Dia menjelaskan, total guru SM3T sejak 2011 SM3T diluncurkan hingga 2014 lalu ada 10.290 orang. Selanjutnya setelah mereka mengabdi di daerah 3T maka mereka akan diasramakan di lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) selama satu tahun.

Program ini dinamakan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Supriadi menjelaskan, pada 2013 lulusan PPG SM3T ada 2.215 orang dan 2014 ada 2.391 orang sedangkan pada tahun ini yang lulus tes online ada 3.731 orang.

Kedua konsep ini dilakukan karena jika hanya dilatih di LPTK saja guru hanya menyentuh sisi profesional dan kemampuan pedagogik saja. Sementara dari pengabdiannya selama menjadi guru SM3T mereka akan diasah kepedulian sosial terhadap sesama.

"Yang lulus adalah yang meraih standar nasional tertingi. Dengan SM3T dan PPG mereka akan digembleng kompetensi pribadi dan sosialnya," jelasnya.

Sementara Menristek Dikti M Nasir menambahkan, dia sangat terharu dengan perjuangan para guru SM3T yang rela mendidik anak-anak Indonesia di daerah 3T. Sebab dengan perjuangan yang minim fasilitas mereka masih mampu memberikan pengetahuan kepada anak-anak diseluruh pelosok.

Nasir mengatakan, membangun Indonesia baru tidak akan berhenti sampai di sini melalui para guru SM3T. Perjuangan yang luar biasa ini perlu dikembangkan terus menerus supayaa akselerasi pendidikan menjadi nyata dan pendidikan akan menjadi tumpuan pengggerak ekonomi bangsa.

Mantan Rektor Undip ini menerangkan, dia akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengenai berapa guru yang dibutuhkan, bidang studi apa dan bagaimana karakteristiik guru yang dibutuhkan.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negaradan Reformasi Birokrasi mengenai peningkatan formasi CPNS guru. Selain itu pihaknya juga sudah mengumpulkan para rektor penyelenggara LPTK agar mampu menyusun konsep pelajaran yang dibutuhkan pemerintah.

"Ada perbedaan antara guru yang berlatar belakang PPG dab tidak. Ternyata guru yang mengikuti PPG sangat signifikan memberikan pelajaran yang lebih baik kepada siswanya," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
Perjuangkan Nasib Guru...
Perjuangkan Nasib Guru Honorer, DPD Resmi Bentuk Pansus
Pemprov Jabar Serahkan...
Pemprov Jabar Serahkan 5.700 SK PPPK Guru SMA, SMK dan SLB
Gaji Guru Honorer Masih...
Gaji Guru Honorer Masih Rendah, 74% Dibayar di Bawah Rp2 Juta
Peserta Program Ekosistem...
Peserta Program Ekosistem Pendidik Profesional Ikuti Kegiatan Berbagi Praktik Baik kepada 750 Guru
Aksi Forum Guru Tuntut...
Aksi Forum Guru Tuntut SK Inpassing 2023 di Jakarta
Unjuk Rasa Guru Bersertifikasi...
Unjuk Rasa Guru Bersertifikasi di Palangka Raya
Berita Terkini
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
10 jam yang lalu
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
11 jam yang lalu
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
12 jam yang lalu
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
16 jam yang lalu
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
18 jam yang lalu
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
19 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved