Gagas Full Day School, Mendikbud Dinilai Sederhanakan Persoalan

Selasa, 09 Agustus 2016 - 12:14 WIB
Gagas Full Day School,...
Gagas Full Day School, Mendikbud Dinilai Sederhanakan Persoalan
A A A
JAKARTA - Gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy untuk menerapkan bersekolah sehari penuh (full day school) untuk siswa SD dan SMP menuai prokontra.

Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati berpendapat gagasan full day school harus dikaji secara mendalam, termasuk memperhitungkan dampak jika gagasan tersebut direalisasikan.

"Full day school harus dipertimbangkan matang di antaranya soal guru," ujar Reni melalui siaran pers yang diterima Sindonews, Selasa (9/8/2016).

Jika kebijakan itu diberlakukan maka guru akan semakin lama berada di sekolah. Konsekuensinya, lanjut dia, guru hanya memiliki waktu sedikit untuk melakukan evaluasi dan perencanaan program belajar untuk hari berikutnya.

"Saya tidak bisa membayangkan, alangkah repotnya guru-guru tersebut. Berangkat pagi, pulang jam 18.00 sore. Sampai di rumah sudah sangat lelah, belum lagi memeriksa tugas anak-anak dan menyiapkan rencana pembelajaran hari berikutnya," tuturnya. (Baca juga: Fadli Zon Soal Full Day School: Ganti Menteri, Ganti Kebijakan)

Reni juga menyoroti kemampuan sekolah untuk menyiapkan sarana untuk menunjang program full day school, seperit fasilitas olahraga, tempat mengaji, serta fasilitas penunjang lainnya.

"Pertanyaannya, apakah semua sekolah memiliki fasilitas yang memadai walaupun itu di sekolah negeri? Bahkan di dapil (daerah pemilihan) saya masih ada SDN yang lantainya tanah," ungkap Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di DPR itu.

Menurut dia, persoalan teknis terkait ketersediaan fasilitas untuk program full day school akan menjadi permasalahan serius. Dia juga menilai gagasan full day school menyederhanakan persoalan bahwa seolah-olah sepulang bekerja, orang tua siswa bisa menjemput anaknya di sekolah.

Padahal banyak faktor yang dapat menghambat orangtua dapat menjemput anaknya tepat waktu. Misalnya, kemacetan parah yang luar biasa. "Apalagi saat pulang kantor yang waktunya berbarengan dengan menjemput anak, tentu macetnya makin luar biasa," katanya.

Sebaliknya, persoalan tersebut bisa dipastikan tidak dihadapi orangtua di kampung.
"Di kampung orangtua jauh lebih banyak waktu untuk mendidik anak. Saya kira wacana full day ini dalam perspektif metropolitan," tuturnya.

Sebagai muslim, Reni mengaku senang jika program full day school digunakan untuk belajar mengaji. Namun, sambung dia, tidak semua siswa beragama Islam. "Itu juga harus menjadi bahan pertimbangan. Argumentasi mengaji di sekolah untuk menangkal faham radikalisme, hal tersebut merupakan simplifikasi terhadap persoalan," katanya.

Untuk itu dia meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan kajian dan penelitian yang mendalam sebelum menerapkan gagasan tersebut.
()
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
9 jam yang lalu
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
10 jam yang lalu
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
11 jam yang lalu
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
13 jam yang lalu
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
13 jam yang lalu
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
15 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Dinilai Penduduknya...
10 Negara Dinilai Penduduknya Punya Kualitas Pendidikan Terbaik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved