Dilaksanakan Bertahap, Full Day School Pertimbangan Aspek Ini

Selasa, 20 September 2016 - 06:18 WIB
Dilaksanakan Bertahap,...
Dilaksanakan Bertahap, Full Day School Pertimbangan Aspek Ini
A A A
JAKARTA - Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bidang Pembangunan Karakter, Arie Budhiman menjelaskan, implementasi sistem sekolah sepanjang hari atau full day school (FDS) masih dalam tahap persiapan.

Full Day School, kata dia, salah satu item konsep penguatan pendidikan karakter yang saat ini dalam tahap pengkajian kebijakan. ‘’Termasuk di dalamnya kegiatan konsultasi publik, menghimpun praktik baik sekolah-sekolah yang sudah melaksanakan full day school dan menentukan kriteria sekolah-sekolah yang akan menjadi piloting (menerapkan sistem itu),’’ kata Arie, Senin 19 September 2016. (Baca juga: Alasan Jokowi Setuju Full Day School Diuji Coba)

Dia mengatakan, full day school akan dilaksanakan secara bertahap. Pelaksanaanya akan memperhatikan keberagaman sekolah-sekolah yang meliputi aspek keterwakilan wilayah (kota, pinggiran, desa), aspek insiatif sekolah dan daerah, sekolah pelaksana kurikulum 2013, aspek akreditasi dan aspek sekolah negeri dan swasta.

Menurut Arie, kajian mengenai kesiapan guru dan sarana prasarana sekolah juga terus dibahas. Terutama penyusunan modul pelatihan untuk kepala sekolah dan guru juga sedang disiapkan.

Intinya, kata Arie, pendidikan karakter sudah dikembangkan sejak 2010. Dengan demikian, lanjut dia, para kepala sekolah dan guru sudah banyak yang memperoleh pelatihan dan memahami pendidikan karakter itu.

‘’Pada saat ini pendidikan karakter tersebut akan diperkuat implementasinya dengan mengintegrasikan kurikulum melalui dukungan sekolah, orangtua dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan,’’ katanya.

Direktur Pusat Neurosains Universitas Prof DR Hamka (Uhamka) Rizki Edmi Edison berpendapat, terpenting dari full day school adalah materi yang akan disisipkan dalam harus memahami cara kerja otak anak didik.

Menurut dia, kegiatan pendidikan karakter bagi anak jangan sampai membuat anak letih. Sebaliknya, sambung dia, bisa meningkatkan fungsi otak siswa agar memahami materi yang disampaikan guru.

‘’Bagaimana caranya kita mengetahui kapan murid akan mengalami keletihan otak dan bagaimana caranya untuk meningkatkan fungsi kritis untuk mengingat yang dimiliki si murid. Itu yang harus kita teliti terlebih dulu. Setelah itu diterapkan dan diketahui baru kita perdalam kebijakan full day school seperti apa,’’ terangnya.

Rizki menyampaikan, kebanyakan guru memberi pengajaran kepada muridnya tanpa memahami seperti apa cara kerja otak manusia itu.

Dia mencontohkan, misalnya waktu belajar di sekolah itu 50 menit. Jika selama itu guruhanya berbicara tanpa henti di depan kelas maka siswa tidak akan bisa memahami materi yang disampaikan. “Berdasarkan penelitian kemampuan otak manusia untuk memahami materi yang disampaikan itu hanya dalam 20 menit pertama,” ungkapnya.

Rizky mengaku telah membawa hasil penelitiannya kepada Kemendikbud dan mendapat sambutan baik. Dia pun berharap, ada perbaikan pola mengajar guru di Indonesia. Sebab guru sebagai tonggak utama pendidikan harus memahami seperti apa cara kerja otak siswa.
(dam)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
38 menit yang lalu
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
2 jam yang lalu
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
3 jam yang lalu
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
6 jam yang lalu
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
20 jam yang lalu
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
21 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved