Kebijakan Soal Jam Sekolah Berpotensi Berbenturan dengan Madrasah

Senin, 12 Juni 2017 - 11:09 WIB
Kebijakan Soal Jam Sekolah...
Kebijakan Soal Jam Sekolah Berpotensi Berbenturan dengan Madrasah
A A A
JAKARTA - Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan 8 jam belajar perhari dalam lima hari sekolah, Senin hingga Jumat pada tahun ajaran baru Juli 2017 terus dikritik.

Pasalnya, kebijakan itu dinilai potensial berbenturan dengan eksistensi lembaga pendidikan non formal seperti madrasah diniyah.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati mengatakan bahwa fraksinya secara tegas menolak rencana kebijakan tersebut. Karena, belum dilakukan kajian yang mendalam atas dampak penerapan tersebut baik pada siswa, guru, dan sekolah.

"Kebijakan tersebut juga potensial berbenturan dengan eksistensi lembaga pendidikan non formal seperti madrasah diniyah (madin) yang telah eksis bersama kehidupan masyarakat Islam Indonesia," ujarnya kepada SINDOnews, Senin (12/6/2017).

Kata dia, waktu belajar Madin yang dilakukan usai salat ashar setiap harinya dipastikan secara pelan tapi pasti akan hilang di tengah masyarakat.

Dia menambahkan, waktu anak-anak usia sekolah akan habis waktunya di bangku sekolah. Pendidikan keagamaan melalui jalur madrasah diniyah akan semakin minim diterima anak didik

"Padahal di sisi lain kebijakan full day school sama sekali tidak memberikan alokasi penambahan materi pendidikan keagamaan kepada anak didik," ungkapnya.

Menurut dia, kebijakan itu pada hakikatnya adalah program full day school yang akhir tahun lalu telah menimbulkan polemik di publik.

Maka itu, Fraksi PPP meminta Kemendikbud untuk mekakukan klarifikasi secara komprehensif tentang rencana tersebut dan melakukan kajian secara komprehensif terhadap dampak penerapan kebijakan tersebut. "Jangan sampai masalah ini menambah kebingungan masyarakat," tutur anggota komisi X DPR ini.

Dia menjelaskan, saat ini masyarakat khususnya wali murid tengah berkonsentrasi menyiapkan tahun ajaran baru, daftar ulang anak sekolah, dan persoalan lainnya.

"Rencana penambahan jam belajar tersebut jelas akan menambah persoalan yang saat ini dihadapi oleh masyarakat," ungkap legislator asal daerah pemilihan Jawa Barat IV ini.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
11 jam yang lalu
Tim Pelajar Indonesia...
Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
13 jam yang lalu
Ilmu Komunikasi UNPAM...
Ilmu Komunikasi UNPAM Gelar Webinar Strategi Portofolio dan LinkedIn bagi Mahasiswa
15 jam yang lalu
Diterima di FMIPA ITB,...
Diterima di FMIPA ITB, Andromeda Diantar Keluarga Naik Bajaj dari Yogya untuk Kuliah di Bandung
18 jam yang lalu
Profil Pendidikan Sudaryono,...
Profil Pendidikan Sudaryono, Anak Petani yang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN
20 jam yang lalu
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
1 hari yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved