Ubah Limbah Jadi Beton, ITS Jawara Kompetisi Rancang Bangun 2018

Rabu, 07 Februari 2018 - 13:49 WIB
Ubah Limbah Jadi Beton,...
Ubah Limbah Jadi Beton, ITS Jawara Kompetisi Rancang Bangun 2018
A A A
SURABAYA - Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) selama ini selalu dihindari masyarakat. Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mencoba langkah berani dengan mengubah limbah B3 menjadi beton berkualitas tinggi. Hasilnya, beton yang dibuatnya menjadi pemenang dalam Kompetisi Rancang Bangun (KRB) 2018.

Dalam lomba beton nasional ini, ITS yang diwakili tim Senanjaya 79 dari Departemen Teknik Sipil berhasil menjadi jawara dan mengalahkan 63 peserta dari 53 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Karya mereka dianggap unik dan memiliki kekuatan yang tinggi dalam pemanfaatannya.

Anggota tim Senanjaya 79, Reza Syihabul Millah menuturkan, pihaknya sengaja mengambil fokus High Early Strength and Low Cost Concrete Competition dalam pengembangan beton pada masa mendatang. Dalam kompetisi ini memang menantang para peserta untuk membuat beton bermutu tinggi dalam waktu tujuh hari dengan biaya yang relatif murah.

"Pada umumnya beton dengan rancangan kuat tekan dalam 28 hari menghasilkan 60 mpa. Namun, berkat kerja keras dari tim ini, inovasi beton mampu menghasilkan kuat tekan 62,3 mpa dalam waktu tujuh hari," ujar Reza, Selasa (6/2/2018).

Bersama dengan Andini Dwi Agustin dan Jonathan Febryan, dirinya menamakan beton tersebut As Crete (Alumn and Sugar Concrete). Timnya kemudian membuat inovasi beton dengan menggunakan fly ash atau sisa pembakaran batu bara pada pembangkit listrik sebagai pengganti semen dan tawas yang selama ini didaulat menjadi campurannya.

Proses penemuan ini, katanya, dilalui dengan jalan yang terjal. Tim Senanjaya 79 ini sempat mengalami kesulitan dalam mencari material sebab fly ash merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun sehingga perlu ada penanganan khusus dan surat pengantar untuk memperolehnya.

"Selain dari referensi jurnal asing, kami juga melakukan penelitian kurang lebih satu sampai dua bulan sehingga ide tersebut benar-benar matang," jelas mahasiswa angkatan 2016 ini.

Meski mengaku persaingan yang terjadi antarpeserta cukup ketat, tim ini tetap optimistis untuk membawa pulang juara pertama. Inovasi dengan memanfaatkan limbah B3 menjadi beton bisa berguna pada masa depan. "Kami merasa yakin karena penelitian ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia," sahut Jonathan Febryan, salah satu anggota tim Senanjaya 79 lainnya.
(amm)
Berita Terkait
25 Peneliti Ikut Pelatihan...
25 Peneliti Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Peneliti Kuantitatif Internasional
Menristek Sampaikan...
Menristek Sampaikan Fokus Prioritas Riset Nasional pada Rakornas PRN
Indonesia-Inggris Perpanjang...
Indonesia-Inggris Perpanjang Kerja Sama di Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Lab Indonesia 2026 Perkuat...
Lab Indonesia 2026 Perkuat Ekosistem Riset dan Industri Berbasis Teknologi
Sajikan Sains dari Sudut...
Sajikan Sains dari Sudut Berbeda, SINDO Media Kunjungi Menristek
Sediakan SDM Hebat Kunci...
Sediakan SDM Hebat Kunci Menghadapi Perkembangan Teknologi dan Inovasi
Berita Terkini
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
3 jam yang lalu
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
4 jam yang lalu
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta
4 jam yang lalu
Siswi Indonesia Raih...
Siswi Indonesia Raih The Best Delegate di AYIMUN BSD Chapter 2026, Kantongi Beasiswa ke AWMUN Bali
18 jam yang lalu
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
21 jam yang lalu
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
1 hari yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved