Peneliti dan Aktivis Didorong Suarakan Kesetaraan Gender

Senin, 16 Desember 2019 - 17:13 WIB
Peneliti dan Aktivis...
Peneliti dan Aktivis Didorong Suarakan Kesetaraan Gender
A A A
JAKARTA - Para peneliti dan aktivis perlu menyuarakan kesetaraan gender dengan tulisan melalui jurnal ilmiah, buku maupun artikel ilmiah populer di media massa kredibel.

Tulisan-tulisan tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan gender dan menumbuhkan aspirasi yang mendorong pengambil keputusan mengambil kebijakan publik yang prokesetaraan gender.

Hal tersebut dikemukakan oleh Dr Arifah Rahmawati, peneliti dari Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (PSKP UGM) saat berbicara di sela-sela pelaksanaan Lokakarya bertema Memahami Problematika Masyarakat dan Menulis di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Surabaya, 14 dan 15 Desember 2019.

Lokakarya ini diikuti oleh 18 orang peneliti dan aktivis yang tergabung dalam Tim peneliti Dimensi Gender dalam Konflik dan Perdamaian Indonesia.

Para aktivis dan peneliti tersebut berasal dari Surabaya, Jember, Kediri, Sampang dan kota-kota lainnya di Jawa Timur. Ini adalah lokakarya kedua tahun ini setelah pada bulan September 2019 lokakarya bertema senada dilaksanakan bekerjasama dengan Fatayat NU Jawa Timur. Acara yang dibuka oleh Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aisyiyah, Jawa Timur Siti Dalilah Candrawati. (Baca Juga: DPR Soroti Kesiapan Pelaksanaan Program Merdeka Belajar)

Menurut Candra, PW Aisyiah terbuka terhadap semangat peserta dalam berkegiatan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat.

Bagi penyelenggara, event ini menjadi relevan ketika pada era revolusi industri 4.0 saat ini, problematika individu dan masyarakat semakin kompleks. Bahkan ada tendensi manusia semakin kurang mengenali dirinya, termasuk problematika masyarakat di sekitarnya.

"Ini merupakan tantangan bagi para peneliti dan aktivis gender untuk menyuarakan problematika tersebut, melalui publikasi ilmiah maupun ilmiah populer. Dengan demikian, isu-isu kesetaraan gender mengisi ruang diskusi publik dan menjadi masukan substansial bagi pengambil keputusan," katanya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (16/12/2019).

Peneliti dan aktivis gender sudah banyak bekerja di lapangan, namun karya-karya mereka masih perlu lebih banyak lagi diceritakan dalam karya publikasi.

“Tidak jarang ditemukan kesulitan untuk memulai pekerjaan menulis atau terkadang merasa kehabisan ide dalam menulis sekalipun telah banyak membaca referensi, mengamati lapangan, dan melakukan refleksi. Semua terasa berhenti ketika tiba saat untuk menuangkan gagasan yang berasal dari perpaduan berbagai aktivitas menjadi sebuah tulisan akademik,” tutur Arifah.

Lokakarya yang dipandu oleh Eben Ezer Siadari, penulis buku berjudul Esensi Praktik Menulis, dan Salim Shahab, Direktur Rayyana Publishing ini memotivasi dan memberikan coaching kepada para partisipan lokakarya.

Mereka dipandu untuk menemukan passion dalam kepenulisan. Lokakarya tersebut telah mendiskusikan tidak kurang dari 18 draft naskah karya para aktivis dan peneliti tersebut, yang dipertimbangkan akan dibukukan.

Arifah mengharapkan akan semakin banyak para peneliti dan aktivis di daerah yang menghasilkan karya tulis di bidang gender berbasis daerah masing-masing. Dengan demikian, referensi tentang hal itu tidak selalu mengacu kepada karya-karya penulis dari luar daerah bahkan dari luar negeri.
(dam)
Berita Terkait
Fokus Masalah Perempuan...
Fokus Masalah Perempuan dan Anak, Jessica Diapresiasi Banyak Tokoh Dunia
Rakernas KPPI Dorong...
Rakernas KPPI Dorong Kementerian PPPA Jadi Kementerian Koordinator
Siapa Maryam Nawaz?...
Siapa Maryam Nawaz? Politikus Perempuan Pertama yang Menjadi Menteri Utama Punjab di Pakistan
Politik PKB Memuliakan...
Politik PKB Memuliakan Perempuan
Gelar Rakernas, KPPI...
Gelar Rakernas, KPPI Targetkan Keterwakilan Perempuan Capai 30 Persen di Parlemen
Ini Mengapa Perempuan...
Ini Mengapa Perempuan Dibedakan di Bidang Hukum dan Politik
Berita Terkini
Siapa Mahasiswa Pertama...
Siapa Mahasiswa Pertama di UGM? Ini Profil Prof Hardjoso Prodjopangarso
17 jam yang lalu
13 Pantun Halalbihalal...
13 Pantun Halalbihalal Hari Raya Idulfitri 1446 H untuk Acara di Sekolah
18 jam yang lalu
Lembab atau Lembap,...
Lembab atau Lembap, Mana Kata yang Baku Menurut KBBI?
19 jam yang lalu
13 Rektor ITS dari Masa...
13 Rektor ITS dari Masa ke Masa, Dokter, Militer, hingga yang Diangkat Jadi Menteri
1 hari yang lalu
10 Sekolah Kedinasan...
10 Sekolah Kedinasan Gratis yang Banyak Diburu di 2024, Lulus Jadi PNS
1 hari yang lalu
Ayah Maia Estianty Ternyata...
Ayah Maia Estianty Ternyata Mantan Rektor ITS dan Arsitek Legendaris, Ini Profilnya
1 hari yang lalu
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved