Mahasiswa PTIK Belajar Kebijakan Media Soal HAM

Jum'at, 13 Februari 2015 - 21:18 WIB
Mahasiswa PTIK Belajar...
Mahasiswa PTIK Belajar Kebijakan Media Soal HAM
A A A
JAKARTA - Dalam kuliah umum bertema “Hak Asasi Manusia, Polisi dan Media”, 30 mahasiswa dan mahasiswi dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) belajar dan berdiskusi bagaimana kebijakan media terhadap peristiwa yang terkait dengan polisi dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Mereka juga mendapat penjelasan dari redaksi RCTI di MNC Plaza bagaimana media punya koridor hukum ketat agar dapat menampilkan berita yang obyektif dan selalu dalam ranah publik.

Selama ini media dan polisi saling membutuhkan, namun sering keduanya berjalan sendiri-sendiri bahkan dinilai berbeda dalam melihat sebuah peristiwa. Bahkan polisi sering merasa ada pembentukan opini tertentu atau berita yang dinilai kurang pas.

“Seringkali kami muncul untuk peristiwa-peristiwa yang kurang nyaman sedangkan yang bagus-bagus dari polisi tidak diangkat,” kata Dosen PTIK Dr Yundini H Erwin saat berkunjung ke MNC Media, Jumat (13/2/2015).

“Hal yang penting bagi jurnalis adalah obyektivitas dan cover both side, artinya terhadap satu peristiwa harus mendapat keterangan dari dua pihak. Namun di Indonesia, belum ada pengaturan rapi soal informasi dari pihak berwenang ke publik. Pejabat juga tidak merasa punya kewajiban untuk menerangkan ke publik. Akibatnya jurnalis harus mengejar-ngejar pihak berwenang demi mendapat keterangan atas sebuah peristiwa,” kata Wakil Pemimpin Redaksi RCTI Eddy Suprapto kepada mahasiswa PTIK.

Menurut Eddy, isu HAM adalah isu yang seksi bagi jurnalis. Tak hanya menarik perhatian di skala nasional tapi juga global. Sehingga jurnalis perlu mendapat penjelasan dari pihak berwenang untuk kemudian diteruskan ke masyarakat.

Eddy mencontohkan hal yang berlaku di Australia. Di sana menurutnya, setelah peristiwa atau acara, pejabat selalu menyediakan waktu untuk konferensi pers sehingga wartawan bisa mendapat informasi dengan jelas.

“Yang terjadi di Indonesia tidak demikian. Tidak semua pejabat sadar atas kebutuhan jurnalis untuk mendapat informasi agar pemberitaan bisa berimbang,” kata Eddy.

Selain dari RCTI, kuliah umum ini juga diikuti oleh puluhan mahasiswa dari daerah yang mengikuti perkuliahan dari video conference. Hadir pada kesempatan itu Dosen Utama PTIK Komisaris Besar (Kombes) Polisi Agung Prasetyo, Dr Yundini H Erwin. Dari pihak RCTI hadir Wakil Pemimpin Redaksi RCTI Eddy Suprapto, dan Koordinator Daerah Eman Sulistyani. (indah)
(hyk)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
39 menit yang lalu
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
2 jam yang lalu
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
8 jam yang lalu
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
9 jam yang lalu
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
18 jam yang lalu
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
19 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved