Tak Miliki Biaya Beli Paket, Siswa SMP di Surabaya Sekolah di Warkop

Senin, 20 Juli 2020 - 12:27 WIB
Para pelajar saat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring, di Warkop Pitulikur Surabaya, Senin (20/7). Foto/SINDONews/Ali Masduki
SURABAYA - Pandemi COVID-19 cukup sukses membolak-balikkan tatanan kehidupan. Jika dulu marak razia pelajar berseragam yang nongkrong di warkop saat jam pelajaran, kini malah sebaliknya. Akibat pandemi, tak sedikit pelajar berseragam lengkap malah asik nongkrong dan sibuk dengan gadgetnya masing-masing.

Pemandangan itu terlihat di Warung Kopi (Warkop) Pitulikur, tepatnya di Jalan Bagong Tambangan Surabaya. Di antara hiruk-pikuk suara kendaraan bermotor dan silih bergantinya pelanggan, ada sejumlah pelajar berseragam lengkap tengah asik memainkan gadgetnya. Mereka merupakan pelajar dari berbagai sekolah negeri dan swasta di Surabaya yang tinggal di sekitar warkop Pitulikur. (Baca juga: Hasil Rapid Test Reaktif, Peserta UTBK Masih Ada Kesempatan di Tahap Ketiga )



Iqbal Dovan, misalnya, siswa kelas 7 SMP Negeri 10 ini mengaku, dirinya dan teman-temannya sengaja datang ke warkop bukan untuk kongkow. Melainkan berburu wifi gratis untuk mengikuti sekolah daring. "Ini saya sedang mengerjakan Bahasa Inggris," katanya.

Para pelajar ini mendapatkan informasi wifi gratis di Warkop Pitulikur dari informasi media sosial. Pelajar ini mengatakan, sebelum bersekolah di warkop mereka harus mengeluarkan Rp20 ribu dalam setiap minggunya untuk membeli paket internet."Di sini gratis dan dikasih teh hangat," ucapnya. (Baca juga: Kemenkes: Sebanyak 7.008 Anak Indonesia Terpapar Covid-19 )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!