Anak-Anak Rawan Mendapatkan Kekerasan Selama Pembelajaran Jarak jauh
Selasa, 04 Agustus 2020 - 08:37 WIB
Pengamat pendidikan Doni Koesoema mengatakan selama PJJ anak-anak mengalami kekerasan fisik dan verbal di dalam rumah tangga. FOTO/ILUSTRASI/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) memiliki beberapa dampak negatif terhadap anak. Mereka diduga mengalami kekerasan fisik , verbal, dan perundungan di dunia maya.
Masalah PJJ tidak hanya terkait kepemilikan gawai, tidak ada jaringan, dan kemampuan ekonomi untuk membeli kuota internet. Interaksi orang tua dan anak-anak selama belajar dari rumah menjadi sorotan.
Para orang tua selama pandemi COVID-19 ini "dipaksa" menjadi guru. Sementara tidak semua orang tua memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk pelajaran anak-anak sekolah. Pengamat pendidikan Doni Koesoema mengatakan selama PJJ anak-anak mengalami kekerasan fisik dan verbal di dalam rumah tangga.(Baca juga: Mahasiswa Keluhkan Kuota Internet untuk PJJ, Ini Langkah Kemendikbud )
"Karena ketidakdewasaan orang tua dalam mengelola emosinya. Ini mungkin juga terjadi karena krisis ekonomi dalam keluarga sehingga anak-anak menjadi korban," katanya kepada SINDOnews, Senin (3/8/2020).
Masalah PJJ tidak hanya terkait kepemilikan gawai, tidak ada jaringan, dan kemampuan ekonomi untuk membeli kuota internet. Interaksi orang tua dan anak-anak selama belajar dari rumah menjadi sorotan.
Para orang tua selama pandemi COVID-19 ini "dipaksa" menjadi guru. Sementara tidak semua orang tua memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk pelajaran anak-anak sekolah. Pengamat pendidikan Doni Koesoema mengatakan selama PJJ anak-anak mengalami kekerasan fisik dan verbal di dalam rumah tangga.(Baca juga: Mahasiswa Keluhkan Kuota Internet untuk PJJ, Ini Langkah Kemendikbud )
"Karena ketidakdewasaan orang tua dalam mengelola emosinya. Ini mungkin juga terjadi karena krisis ekonomi dalam keluarga sehingga anak-anak menjadi korban," katanya kepada SINDOnews, Senin (3/8/2020).
Lihat Juga :