Kegiatan Belajar Tatap Muka Tidak Mendesak, Utamakan Kesehatan Anak
Rabu, 05 Agustus 2020 - 16:22 WIB
Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pandemi virus corona ( Covid-19 ) belum berakhir, namun dorongan untuk mengaktifkan kembali kegiatan belajar di sekolah terus mengemuka. Tak hanya wilayah yang masuk zona hijau, kegiatan itu juga rencananya bakal diterapkan di kawasan zona kuning Covid-19. Pro kontra pun tak terhindarkan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian memandang tidak perlu untuk mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah. Menurut dia, kesehatan dan keselamatan anak-anak merupakan hal yang harus diutamakan, terlebih lagi melihat kasus pandemi yang masih meningkat.
"Jangan dulu. Menurut saya, ini tidak mendesak dan urgensi utama kita sekarang adalah kesehatan dan keselamatan anak-anak. ini juga sudah ditegaskan berulang oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)," ujar Hetifah kepada SINDOnews, Rabu (5/8/2020).
Politikus Partai Golkar tersebut memahami adanya pertimbangan sekolah dibuka karena kesulitan yang dihadapi besar sekali dengan pendidikan jarak jauh (PJJ) . Namun, ia menegaskan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud ) lebih memfokuskan membuat strategi atau solusi untuk mengatasi masalah PJJ ketimbang membuka kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah.(Baca juga: Komisi X Minta Kemendikbud Hentikan Program Organisasi Penggerak ).
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian memandang tidak perlu untuk mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah. Menurut dia, kesehatan dan keselamatan anak-anak merupakan hal yang harus diutamakan, terlebih lagi melihat kasus pandemi yang masih meningkat.
"Jangan dulu. Menurut saya, ini tidak mendesak dan urgensi utama kita sekarang adalah kesehatan dan keselamatan anak-anak. ini juga sudah ditegaskan berulang oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)," ujar Hetifah kepada SINDOnews, Rabu (5/8/2020).
Politikus Partai Golkar tersebut memahami adanya pertimbangan sekolah dibuka karena kesulitan yang dihadapi besar sekali dengan pendidikan jarak jauh (PJJ) . Namun, ia menegaskan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud ) lebih memfokuskan membuat strategi atau solusi untuk mengatasi masalah PJJ ketimbang membuka kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah.(Baca juga: Komisi X Minta Kemendikbud Hentikan Program Organisasi Penggerak ).
Lihat Juga :