Memprihatinkan, PGRI Minta Pemerintah Fokus PJJ di Wilayah 3T

Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:53 WIB
Sejumlah murid mengikuti proses belajar mengajar dengan tatap muka di kebon pisang. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Sejumlah sekolah di beberapa daerah telah mengaktifkan kembali kegiatan belajar tatap muka langsung. Namun, langkah itu masih mengundang pro kontra berbagai pihak, termasuk dari kalangan guru.

Wakil Sekretaris Jenderal PB PGRI Dudung Abdul Qodir menyadari pelaksanaan pendidikan jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah dalam beberapa bulan di masa pandemi telah memunculkan ragam masalah. Mulai dari sarana prasarana seperti kepemilikan gawai, kuota internet, dan lainnya. (Baca juga: Survei Dosen S2 Fisipol UGM, Internet Jadi Kendala Utama PJJ di DIY )



Persoalan mendasar dari pelaksanaan PJJ daring, yaitu sarana prasarana dan alat. Misalnya, hampir 45-48 persen jaringan internet terganggu. Selain itu, hampir 48 persen anak juga tidak memiliki gawai. Hanya 35 persen anak yang punya gawai sendiri, sementara 20 persen mempunya gawai tetapi itu milik orang tua.

“Ini juga persoalan. Makanya pemerintah bersama dinas pendidikan, swasta, untuk duduk bareng menyiapkan strategi PJJ daring maupun luring. Modelnya harus bagaimana ketika di daerah pedalaman, pulau, sebenarnya kita harus menyiapkan guide-guide (petunjuk) itu,” terang Dudung kepada SINDOnews, Rabu (5/8/2020).

Sejauh ini, lanjut Dudung, para guru siap mengajar dengan sistem PJJ meski dengan berbagai persoalan dan kemampuan pelayanan yang berbeda-beda. Ketika belajar tatap muka, sebagian besar guru merasa senang karena pekerjaan mereka tidak terlalu berat dibanding melalui PJJ. (Baca juga: PGRI Usul Pemerintah Buat Diskresi Kebijakan Pembukaan Sekolah )

“Mereka lebih memilih belajar tatap muka, tetapi siapa yang mau menjamin kesehatan, keamanan guru dan siswa? Sehingga perlu ada aturan-aturan yang sedikit lentur tetapi tetap dengan ada standar-standar minimal protokol kesehatan yang diberlakukan dan berkoordinasi dengan IDAI, IDI atau gugus tugas,” ujar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!