Dies Natalis ke-55 IKJ, FSRD Gelar Seminar Seni Rupa Partisipatif

Selasa, 08 Juli 2025 - 08:30 WIB
FSRD IKJ menggelar Seminar Nasional Seni Rupa Pusaran Urban V pada 7 Juli 2025, mengusung tema Seni Rupa Partisipatif: Transformasi Sosial, Visual dan Ekonomi di Ruang Urban Indonesia. Foto/IKJ.
JAKARTA - Kembali lagi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menggelar Seminar Nasional Seni Rupa Pusaran Urban V pada 7 Juli 2025, mengusung tema “Seni Rupa Partisipatif: Transformasi Sosial, Visual dan Ekonomi di Ruang Urban Indonesia”.

Dekan FSRD IKJ Adlien Fadlia, melalui sambutannya menyampaikan bahwa Seminar Nasional Seni Rupa Pusaran Urban adalah agenda tahunan dari FSRD IKJ dalam melaksanakan Tri Dharma Pendidikan khususnya Pendidikan Seni dan Budaya.



Baca juga: ITS Buka Prodi S1 Teknik Pertambangan, Daftar di Jalur Mandiri

Tema Pusaran Urban 5 tahun 2025 adalah “Seni Rupa Partisipatif: Transformasi Sosial, Visual dan Ekonomi di Ruang Urban Indonesia”, menjadi ruang kajian tentang peran seni rupa dalam membentuk wajah kota, memberdayakan masyarakat dan membangun ekosistem seni yang berkelanjutan. Pada 26 Juni 2025 IKJ merayakan Dies Natalis ke 55 sebagai perguruan tinggi Seni di kota Jakarta dan acara ini menjadi rangkaian Dies Natalis IKJ ke 55 tahun.

“Seminar Nasional Pusaran Urban menjadi wadah penting bagi kita untuk membahas peran seni rupa dalam mentransformasi ruang urban di Indonesia. Melalui diskusi dan presentasi dari para ahli dan praktisi, kita mengeksplorasi bagaimana seni rupa partisipatif dapat menjadi katalisator perubahan sosial, visual, dan ekonomi di wilayah perkotaan, menyuarakan narasi warga, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan alternatif bagi perencanaan ruang publik yang lebih berpihak pada masyarakat,” papar Adlien, melalui siaran pers, Selasa (8/7/2025).

Seminar ini menghadirkan pembicara utama Indira Estiyanti Nurjadin (Direktur Eksekutif Museum dan Cagar Budaya (Indonesian Heritage Agency), dan Owner dari D’Gallerie Jakarta yang memaparkan studi lapangan dalam “Seni di Tengah Kota: dari Tindakan Estetik ke Praktik Sosial, Peran Seni dalam Membangun Ruang Publik yang Inklusif,” melalui mengajak para seniman mural/graffiti untuk membuat karya seni di tembok RPTRA juga masyarakat untuk ikut aktif berkarya. Sehingga seni dapat menjadi media edukasi sekaligus mengangkat isu sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!