Kemendikdasmen Mulai Program Digitalisasi Pembelajaran di 288.865 Sekolah
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 09:32 WIB
Kemendikdasmen mewujudkan instruksi Presiden Prabowo Subianto tentang pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi ke 288.865 sekolah. Foto/BKHM.
JAKARTA - Kemendikdasmen mewujudkan instruksi Presiden Prabowo Subianto tentang pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi ke 288.865 sekolah. Progam ini juga akan memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis digital yang menyeluruh dan inklusif.
Pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei 2025, di SDN Cimpahpar 5, Bogor, Jawa Barat. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keinginannya untuk menyediakan layar televisi di seluruh sekolah Indonesia.
Baca juga: Fungsi Otak Kanan dan Kiri pada Manusia: Mana yang Lebih Dominan?
“Saya ingin ada digitalisasi sekolah-sekolah. Kita akan taruh layar-layar televisi di setiap sekolah kita. Di situ kita bisa memberi materi pelajaran yang terbaik, dan ini bisa bermanfaat untuk sekolah-sekolah, apalagi di daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah terluar, ataupun di daerah-daerah kota yang mengalami kesulitan mendapat bahan atau guru yang ahli di bidang-bidang tertentu,” kata Presiden Prabowo.
Pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei 2025, di SDN Cimpahpar 5, Bogor, Jawa Barat. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keinginannya untuk menyediakan layar televisi di seluruh sekolah Indonesia.
Baca juga: Fungsi Otak Kanan dan Kiri pada Manusia: Mana yang Lebih Dominan?
“Saya ingin ada digitalisasi sekolah-sekolah. Kita akan taruh layar-layar televisi di setiap sekolah kita. Di situ kita bisa memberi materi pelajaran yang terbaik, dan ini bisa bermanfaat untuk sekolah-sekolah, apalagi di daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah terluar, ataupun di daerah-daerah kota yang mengalami kesulitan mendapat bahan atau guru yang ahli di bidang-bidang tertentu,” kata Presiden Prabowo.
Lihat Juga :