Kenalkan 3 Inovasi Batik, UK Maranatha Dorong Pengembangan UMKM

Senin, 01 Desember 2025 - 14:07 WIB
Para peneliti dari Universitas Kristen Maranatha memperkenalkan tiga produk batik terbaru hasil inovasi asli Bandung yakni Batik Kura-Kura, Batik Naskah Kuno, dan Batik Bersuara. Foto/Dok. SindoNews
BANDUNG - Universitas Kristen Maranatha memperkenalkan tiga produk batik terbaru hasil inovasi asli Bandung dalam gelaran Semesta Inovasi Maranatha di kawasan wisata kreatif Kampung Batik Cigadung belum lama ini. Ketiga produk inovatif itu adalah Batik Kura-Kura, Batik Naskah Kuno, dan Batik Bersuara.

Inovasi tersebut adalah hasil riset panjang yang menggali warisan budaya Indonesia dengan memanfaatkan sains dan teknologi (saintek) modern. Para peneliti batik berhasil menghidupkan batik dan budaya tradisi dengan memanfaatkan teknologi kekinian, menghasilkan produk inovatif yang autentik, unik, dan berdaya saing tinggi. Baca juga: Batik Jadi Lambang Kehangatan Diplomasi Prabowo dan Ramaphosa



Ketua Pelaksana Resona Saintek UK Maranatha, Iwan Santosa menjelaskan inovasi yang lahir dari tangan-tangan peneliti harus dibawa keluar dari dunia kampus agar dapat dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. “Warisan tradisi masa lalu ketika dipertemukan dengan teknologi terkini, ternyata menghasilkan produk inovatif yang unik dan bernilai tinggi. Tidak saja melestarikan budaya asli Nusantara, tetapi dapat menggerakkan industri lokal,” ungkap Iwan dalam paparan diskusi di Rumah Batik Komar, Cigadung, Rabu (26/11/2025).

Ia mengatakan, kampus Maranatha adalah salah satu kampus terbaik Jawa Barat yang tidak hanya menjadi tempat belajar saja, melainkan tempat lahirnya inovasi dari pemanfaatan saintek. Tiga produk inovasi yang diperkenalkan ini merupakan hasil penelitian para akademisi dan inventor lintas bidang. Mereka yakni Ariesa Pandanwangi dari Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif, kemudian Ratnadewi dan Agus Prijono dari Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas,” paparnya.

Produk inovasi yang pertama adalah Batik Kura-Kura, yaitu proses “membatik” menggunakan algoritma komputer. Metode pemrograman yang asalnya bernama turtle graphics ini dimanfaatkan untuk membuat pola-pola batik menggunakan instruksi khusus. Metode ini sudah berhasil digunakan untuk membuat motif-motif batik khas beberapa daerah di Indonesia, antara lain Batang, Purwakarta, Bojonegoro, hingga Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan.

Berikutnya, inovasi Batik Naskah Kuno. Para peneliti menggali naskah-naskah kuno yang tersimpan di keraton, museum, hingga perpustakaan, kemudian mengubah wujudnya menjadi kain batik kontemporer. Sebagian besar naskah berasal dari ratusan tahun silam. Salah satunya adalah naskah Bujangga Manik yang ditulis di atas daun lontar, dari sekitar abad ke-15.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!