Kemendiktisaintek Gerakkan Bantuan Berbasis Perguruan Tinggi untuk Bencana Banjir di Sumut
Rabu, 10 Desember 2025 - 17:00 WIB
Kemendiktisaintek terus memperkuat koordinasi penanganan bencana di Sumatra Utara (Sumut) melalui dukungan berbasis perguruan tinggi. Foto/BNPB.
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) terus memperkuat koordinasi penanganan bencana di Sumatra Utara (Sumut) melalui dukungan berbasis perguruan tinggi.
Per 6 Desember 2025, di Sumut tercatat 14 perguruan tinggi terdampak, dengan total 2.743 sivitas akademika yang mengalami dampak langsung. Sebagian besar kegiatan belajar mengajar harus terhenti akibat akses yang terputus, kondisi lokasi, dan pengungsian mahasiswa serta dosen.
Melalui siaran pers, dikutip Rabu (10/12/2025), berbagai respons cepat, Kemendiktisaintek berkoordinasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah setempat untuk pemetaan dampak, distribusi bantuan darurat, serta persiapan revitalisasi.
Baca juga: Hattrick, UI Kampus Terbaik Paling Berkelanjutan di Asia Versi GreenMetric 2025
Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan melalui tim psikososial memberikan Psychological First Aid (PFA) terutama kepada anak-anak, bertujuan menurunkan stres awal dan meningkatkan daya koping. Universitas Aufa Royhan membuka posko kampus dan mengirim relawan ke wilayah terdampak. Universitas Jambi meninjau banjir di Tapanuli Selatan, menyalurkan logistik, membuka posko, serta menyediakan layanan konseling pascabencana bagi masyarakat.
Sementara itu, Universitas Sumatera Utara (USU) membuka posko USU Peduli untuk membantu menyalurkan bantuan logistik, tim medis, dan uang kepedulian, yang hingga 4 Desember telah disalurkan ke Binjai, Langkat, Sibolga, dan Tapanuli Tengah. Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Medan juga membuka posko dan menyalurkan bantuan melalui donasi.
Per 6 Desember 2025, di Sumut tercatat 14 perguruan tinggi terdampak, dengan total 2.743 sivitas akademika yang mengalami dampak langsung. Sebagian besar kegiatan belajar mengajar harus terhenti akibat akses yang terputus, kondisi lokasi, dan pengungsian mahasiswa serta dosen.
Melalui siaran pers, dikutip Rabu (10/12/2025), berbagai respons cepat, Kemendiktisaintek berkoordinasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah setempat untuk pemetaan dampak, distribusi bantuan darurat, serta persiapan revitalisasi.
Baca juga: Hattrick, UI Kampus Terbaik Paling Berkelanjutan di Asia Versi GreenMetric 2025
Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan melalui tim psikososial memberikan Psychological First Aid (PFA) terutama kepada anak-anak, bertujuan menurunkan stres awal dan meningkatkan daya koping. Universitas Aufa Royhan membuka posko kampus dan mengirim relawan ke wilayah terdampak. Universitas Jambi meninjau banjir di Tapanuli Selatan, menyalurkan logistik, membuka posko, serta menyediakan layanan konseling pascabencana bagi masyarakat.
Sementara itu, Universitas Sumatera Utara (USU) membuka posko USU Peduli untuk membantu menyalurkan bantuan logistik, tim medis, dan uang kepedulian, yang hingga 4 Desember telah disalurkan ke Binjai, Langkat, Sibolga, dan Tapanuli Tengah. Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Medan juga membuka posko dan menyalurkan bantuan melalui donasi.
Lihat Juga :