Kurikulum Pembelajaran di Sekolah Terdampak Bencana Sumatera Disederhanakan

Kamis, 11 Desember 2025 - 12:29 WIB
Anak-anak korban banjir bandang di Pulau Sumatera tampak sedang mewarnai dan menggambar di tenda pembelajaran darurat. Foto/Kemendikdasmen.
JAKARTA - Kurikulum pembelajaran yang disederhanakan akan diterapkan di sekolah-sekolah yang terdampak bencana Sumatera. Kemendikdasmen memastikan proses pembelajaran mengutamakan keselamatan, kesejahteraan psikologis, dan keberlanjutan proses belajar murid.

Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Toni Toharudin menyampaikan, untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan pascabencana, BSKAP juga menyiapkan kerangka kebijakan berjenjang yang berlaku mulai dari masa tanggap darurat hingga beberapa tahun setelah bencana.



Baca juga: Pemulihan Banjir Sumatera Dihitung Butuh Rp50 Triliun, Menko AHY: Tak Boleh Grasah-grusuh

“Pada tiga bulan pertama, fokus diarahkan pada penyederhanaan kurikulum menjadi kompetensi minimum esensial, ketersediaan bahan belajar darurat, pembelajaran adaptif di ruang terbatas, dukungan psikososial, serta asesmen sederhana yang menekankan keamanan dan keterlibatan murid," katanya melalui siaran pers, Kamis (11/12/2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!