Mahasiswa UI Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Forum Internasional Amsterdam
Rabu, 25 Februari 2026 - 20:02 WIB
Andi Tenri Azzah Amjan, mahasiswa program studi Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi UI. Foto/UI.
JAKARTA - Andi Tenri Azzah Amjan, mahasiswa program studi Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) , berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.
Ia terpilih menjadi satu-satunya delegasi sekaligus pembicara internasional (international speaker) asal Indonesia dalam ajang “Amsterdam High-Level Leadership Forum 2026” yang berlangsung pada 13–16 Februari 2026 di Amsterdam, Belanda.
Baca juga: Segini Kisaran Biaya Hidup Mahasiswa di Bogor, Camaba IPB Cek!
Dalam forum yang mempertemukan delegasi dari 20 negara tersebut, Tenri membawa isu lingkungan melalui gagasan pemberdayaan komunitas berbasis waste upcycling. Konsep ini merupakan solusi berkelanjutan yang telah ia rintis di Indonesia sejak masa sekolah menengah.
Gagasan ini telah ia rintis di Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan. Sejak duduk di bangku sekolah menengah, Tenri membentuk komunitas yang berfokus pada pengelolaan dan pemanfaatan kembali sampah di lingkungan sekitar, khususnya sampah kertas, plastik, kayu, hingga dedaunan.
Melalui komunitas tersebut, Tenri bersama timnya mengedukasi anak-anak dan remaja untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah sekaligus melatih kreativitas mereka dalam mendaur ulang limbah menjadi produk bernilai guna. Sampah kertas diolah menjadi tempat pensil dan beberapa kerajinan tangan, sedangkan dedaunan dimanfaatkan melalui teknik eco-printing untuk menghasilkan karya seni.
Ia terpilih menjadi satu-satunya delegasi sekaligus pembicara internasional (international speaker) asal Indonesia dalam ajang “Amsterdam High-Level Leadership Forum 2026” yang berlangsung pada 13–16 Februari 2026 di Amsterdam, Belanda.
Baca juga: Segini Kisaran Biaya Hidup Mahasiswa di Bogor, Camaba IPB Cek!
Dalam forum yang mempertemukan delegasi dari 20 negara tersebut, Tenri membawa isu lingkungan melalui gagasan pemberdayaan komunitas berbasis waste upcycling. Konsep ini merupakan solusi berkelanjutan yang telah ia rintis di Indonesia sejak masa sekolah menengah.
Gagasan ini telah ia rintis di Indonesia sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan. Sejak duduk di bangku sekolah menengah, Tenri membentuk komunitas yang berfokus pada pengelolaan dan pemanfaatan kembali sampah di lingkungan sekitar, khususnya sampah kertas, plastik, kayu, hingga dedaunan.
Melalui komunitas tersebut, Tenri bersama timnya mengedukasi anak-anak dan remaja untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah sekaligus melatih kreativitas mereka dalam mendaur ulang limbah menjadi produk bernilai guna. Sampah kertas diolah menjadi tempat pensil dan beberapa kerajinan tangan, sedangkan dedaunan dimanfaatkan melalui teknik eco-printing untuk menghasilkan karya seni.
Lihat Juga :