11 PTN-BH Cari Format Kurikulum dan Dunia Kerja Selama COVID-19
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 18:37 WIB
Gedung Universitas Airlangga Surabaya. Foto/Dok/SINDOnews
SURABAYA - Perguruan tinggi menghadapi tantangan tidak mudah selama masa pandemi COVID-19 . Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) mencari format kurikulum yang selaras dengan dunia kerja selama pandemi COVID-19.
Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri (MSA PTN-BH) menggelar Sidang Paripurna MSA PTN-BH yang diikuti 11 PTN-BH di Indonesia. Mereka terdiri atas Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sumatra Utara (USU), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Hasanudin (Unhas), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).(Baca juga: 4 Tim Mahasiswa akan Ikut Ajang Debat Internasional di Korsel )
Ketua Senat Akademik Unair Prof. Djoko Santoso, Finasim menuturkan, pandemi COVID-19 telah menimbulkan beragam tantangan-tantangan baru bagi perguruan tinggi.
“Mengeksplorasi efektivitas pembelajaran daring dalam rangka menguatkan relevansi riset dan kurikulum pendidikan tinggi dengan dunia kerja di era pembiasan perilaku baru dan pasca pandemi COVID-19 sangat perlu dilakukan,” ujar Djoko, Sabtu (3/10).
Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri (MSA PTN-BH) menggelar Sidang Paripurna MSA PTN-BH yang diikuti 11 PTN-BH di Indonesia. Mereka terdiri atas Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sumatra Utara (USU), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Hasanudin (Unhas), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).(Baca juga: 4 Tim Mahasiswa akan Ikut Ajang Debat Internasional di Korsel )
Ketua Senat Akademik Unair Prof. Djoko Santoso, Finasim menuturkan, pandemi COVID-19 telah menimbulkan beragam tantangan-tantangan baru bagi perguruan tinggi.
“Mengeksplorasi efektivitas pembelajaran daring dalam rangka menguatkan relevansi riset dan kurikulum pendidikan tinggi dengan dunia kerja di era pembiasan perilaku baru dan pasca pandemi COVID-19 sangat perlu dilakukan,” ujar Djoko, Sabtu (3/10).
Lihat Juga :