Penuhi Kebutuhan Dunia Industri, UP Luncurkan Kurikulum Vokasi Baru

Rabu, 24 Maret 2021 - 21:30 WIB
Universitas Pertamina melakukan revitalisasi kurikulum pendidikan vokasi agar lebih sreg dengan kebutuhan industri. Foto/Dok/Humas UP
JAKARTA - Meski kebutuhan industri tinggi, namun lulusan sekolah vokasi masih kesulitan unjuk gigi. Wisudawan sekolah vokasi menghadapi tantangan rendahnya penyerapan mereka sebagai tenaga kerja. Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2020 mencatat dari 131,03 juta total pekerja di Indonesia, hanya 2,79 persen yang merupakan jebolan vokasi (D1-D3). Kesenjangan antara kebutuhan industri dan kualifikasi lulusan vokasi, ditengarai menjadi salah satu biang keladi rendahnya serapan wisudawan vokasi di industri .

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) sebagai holding company bidang energi, saat ini tengah getol membangun megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Peremajaan kilang minyak tersebut dilakukan di lima lokasi yakni Cilacap, Balikpapan, Plaju, Balongan, dan Dumai. Megaproyek ini bakal membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama lulusan vokasi.



Baca juga: UI Jadi Incaran, Ini Prodi yang Paling Banyak Diminati Peserta SNMPTN 2021

Untuk itu, Universitas Pertamina (UP) ditugaskan BUMN energi melakukan revitalisasi kurikulum pendidikan vokasi. Terkhusus bagi lima sekolah vokasi yang terletak di sekitar lokasi kilang. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Ir. I Gusti Wiratmaja Puja, Ph.D., mengungkapkan revitalisasi ini bertujuan agar kurikulum yang sudah diterapkan di sekolah vokasi saat ini dapat lebih sreg dengan kebutuhan industri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!