Setahun Pembelajaran Jarak Jauh, Siswa Sudah Bosan dan Depresi

Selasa, 18 Mei 2021 - 20:48 WIB
Seorang siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran jarak jauh dari rumahnya. Foto/Dok/SINDOnews
TANGERANG SELATAN - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berkepanjangan, ternyata membawa dampak negatif bagi psikologi anak. Dari yang ringan cepat bosan, hingga yang terberat membuat depresi.

Tidak hanya itu, pembelajaran online yang telah setahun berjalan pun masih terkendala infrastruktur. Sekitar 10-20 persen pelajar di Tangsel absen belajar online. Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Taryono, banyak tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran online.



Baca juga: 57 Posisi Kepala Sekolah SD dan SMP di Tangsel Masih Kosong

"Mungkin sebelumnya tidak terbayang, bahwa kita akan melakukan sistem pembelajaran online seperti ini, menjadi trend baru, kebiasaan baru di dunia pendidikan," katanya kepada SINDOnews di Pemkot Tangsel, Selasa (18/5/2021).

Dijelaskan Taryono, untuk mengurangi dampak psikologis yang terjadi pada anak akibat belajar online, dibutuhkan inovasi yang terus-menerus dari guru

"Tantangannya, selain infrastruktur, jujur yang jadi perhatian kita bersama dampak psikologis terhadap anak. Jadi yang namanya anak, alamiahnya adalah berinteraksi langsung teman-temannya, dan dengan gurunya," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!