Alumnus UGM Torehkan Prestasi di Kompetisi Global Bank Dunia di Amerika Serikat
Kamis, 12 Agustus 2021 - 10:35 WIB
Universitas Gadjah Mada (UGM). Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Angelo Abil Wijaya Jurusan Hubungan Internasional Angkatan 2015 sebagai perwakilan kawasan Asia Timur dan Pasifik berhasil meraih prestasi pada kompetisi World Bank Group Youth Summit 2021 Case Challenge Competition.
Kompetisi yang menarik perhatian lebih dari 5.000 pendaftar ini dilaksanakan pada 9-10 Juni 2021 di Washington, DC, Amerika Serikat dan hanya 200 pemuda dari seluruh dunia yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Case Challenge Competition yang bertemakan Resilient Recovery for People and Planet.
Baca juga: Lepas 970 Mahasiswa Indonesia ke 59 Universitas Top Dunia, Ini Pesan Mendikbudristek
Pada kompetisi yang mengusung tema berkaitan dengan usaha kolektif negara-negara di seluruh dunia dalam mendorong pemulihan dari krisis COVID-19, Angelo bersama tim melakukan assessment terhadap praktik keberlanjutan industri kopi menurut kerangka keberlanjutan lingkungan dan sosial Grup Bank Dunia.
Mereka melakukan presentasi di hadapan para juri yang merupakan praktisi dan ahli praktik keberlanjutan dengan pengalaman bekerja dengan Grup Bank Dunia maupun industri terkait selama bertahun-tahun.
“Ada banyak aspek yang perlu diperhatikan oleh pelaku bisnis ketika ingin meningkatkan praktik keberlanjutan. Pelaku bisnis perlu menimbang apakah praktik bisnisnya berdampak negatif bagi lingkungan, bagi masyarakat sekitar, terutama masyarakat adat, hingga apakah bisnis tersebut telah memberikan hak yang layak bagi para pekerjanya,” katanya dilansir dari laman resmi UGM di ugm.ac.id, Kamis (12/8/2021).
Kompetisi yang menarik perhatian lebih dari 5.000 pendaftar ini dilaksanakan pada 9-10 Juni 2021 di Washington, DC, Amerika Serikat dan hanya 200 pemuda dari seluruh dunia yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Case Challenge Competition yang bertemakan Resilient Recovery for People and Planet.
Baca juga: Lepas 970 Mahasiswa Indonesia ke 59 Universitas Top Dunia, Ini Pesan Mendikbudristek
Pada kompetisi yang mengusung tema berkaitan dengan usaha kolektif negara-negara di seluruh dunia dalam mendorong pemulihan dari krisis COVID-19, Angelo bersama tim melakukan assessment terhadap praktik keberlanjutan industri kopi menurut kerangka keberlanjutan lingkungan dan sosial Grup Bank Dunia.
Mereka melakukan presentasi di hadapan para juri yang merupakan praktisi dan ahli praktik keberlanjutan dengan pengalaman bekerja dengan Grup Bank Dunia maupun industri terkait selama bertahun-tahun.
“Ada banyak aspek yang perlu diperhatikan oleh pelaku bisnis ketika ingin meningkatkan praktik keberlanjutan. Pelaku bisnis perlu menimbang apakah praktik bisnisnya berdampak negatif bagi lingkungan, bagi masyarakat sekitar, terutama masyarakat adat, hingga apakah bisnis tersebut telah memberikan hak yang layak bagi para pekerjanya,” katanya dilansir dari laman resmi UGM di ugm.ac.id, Kamis (12/8/2021).
Lihat Juga :