Jurusan SMA Dihapus, Rektor UGM: di Kampus Mereka Harus Belajar Ekstra Keras
Senin, 21 Februari 2022 - 10:42 WIB
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Rektor Universitas Gadjah Mada ( UGM ) Panut Mulyono menilai, kebijakan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim yang menghapus jurusan di SMA menjadikan siswa harus bekerja ekstra saat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Hal tersebut bermula dari Kurikulum Merdeka yang dampaknya, di sekolah SMA tidak akan ada lagi jurusan atau peminatan seperti IPA, IPS, atau Bahasa. Siswa bisa bebas memlih mata pelajaran yang diminatinya di dua tahun terakhir saat SMA.
Baca juga: Nadiem Hapus Jurusan di SMA, Rektor UNS: Ini Berdampak pada Penerimaan Maba SBMPTN
Menanggapi hal tersebut, Panut mengatakan, Kurikulum Merdeka menjadikan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi tidak terfokus dalam menentukan nilai kemampuan dasar saat hendak masuk PTN.
Hal tersebut bermula dari Kurikulum Merdeka yang dampaknya, di sekolah SMA tidak akan ada lagi jurusan atau peminatan seperti IPA, IPS, atau Bahasa. Siswa bisa bebas memlih mata pelajaran yang diminatinya di dua tahun terakhir saat SMA.
Baca juga: Nadiem Hapus Jurusan di SMA, Rektor UNS: Ini Berdampak pada Penerimaan Maba SBMPTN
Menanggapi hal tersebut, Panut mengatakan, Kurikulum Merdeka menjadikan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi tidak terfokus dalam menentukan nilai kemampuan dasar saat hendak masuk PTN.
Lihat Juga :