Rancang VirtuoStroke, Tim Mahasiswa UI Jadi Finalis Kompetisi Teknologi Dunia
Rabu, 06 April 2022 - 14:57 WIB
Tim mahasiswa UI. Foto/Dok/Humas UI.
JAKARTA - 3 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) yang tergabung di tim Makara Tech berhasil menjadi finalis kompetisi teknologi Imagine Cup 2020. Mereka melaju berkat rancangan aplikasi yang dinamakan VirtuoStroke.
Kompetisi Imagine Cup yang diselenggarakan Microsoft dikenal sebagai “Olimpiade Teknologi”, karena merupakan salah satu kompetisi paling bergengsi di dunia dalam bidang teknologi dan perancangan perangkat lunak.
Ketiga mahasiswa Fasilkom UI itu adalah Shafira Ayu Maharani, Zafira Binta, dan Muhammad Danial Yusra (mahasiswa Fasilkom UI, yang melanjutkan studinya ke Tokyo Institute of Technology/Tokyo Tech). Mereka menjadi finalis dunia dan berhasil masuk 16 besar untuk Asia region.
Shafira mewakili tim Makara Tech, mengatakan, “Inovasi VirtuoStroke berawal dari banyak kendala yang dihadapi dalam penanganan penyakit stroke, khususnya pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa kendala yang dihadapi dalam rehabilitasi stroke di antaranya adalah biaya pengobatan yang mahal, kurangnya aksesibilitas, kurangnya motivasi pasien, dan ketakutan akibat Covid-19,” katanya, melalui siaran pers, Rabu (6/4/2022).
Kompetisi Imagine Cup yang diselenggarakan Microsoft dikenal sebagai “Olimpiade Teknologi”, karena merupakan salah satu kompetisi paling bergengsi di dunia dalam bidang teknologi dan perancangan perangkat lunak.
Ketiga mahasiswa Fasilkom UI itu adalah Shafira Ayu Maharani, Zafira Binta, dan Muhammad Danial Yusra (mahasiswa Fasilkom UI, yang melanjutkan studinya ke Tokyo Institute of Technology/Tokyo Tech). Mereka menjadi finalis dunia dan berhasil masuk 16 besar untuk Asia region.
Shafira mewakili tim Makara Tech, mengatakan, “Inovasi VirtuoStroke berawal dari banyak kendala yang dihadapi dalam penanganan penyakit stroke, khususnya pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. Beberapa kendala yang dihadapi dalam rehabilitasi stroke di antaranya adalah biaya pengobatan yang mahal, kurangnya aksesibilitas, kurangnya motivasi pasien, dan ketakutan akibat Covid-19,” katanya, melalui siaran pers, Rabu (6/4/2022).
Lihat Juga :