Pesantren Sebaiknya Dilibatkan Didik Siswa di Pedesaan Selama Corona
Minggu, 28 Juni 2020 - 09:17 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid memberikan sambutan dalam acara Haul ke-27 KH Muhammad Almaghfur, pendiri Ponpes Raudhatul Mutaallimin di Kampung Cijambe, Cibeber, Kabupaten Cianjur, Sabtu (27/6/2020). Foto/SINDOnews/Abdul Malik Mubarok
CIANJUR - Pondok pesantren di desa-desa terpencil semestinya dilibatkan untuk memberikan pendidikan tambahan kepada anak-anak sekolah. Penerapan belajar jarak jauh selama pandemi virus Corona (Covid-19) dinilai tidak berjalan maksimal, terutama bagi siswa yang berada di pelosok daerah.
(Baca juga: Tiga Tempat Ini Berpotensi Menjadi Titik Sebaran Baru Covid-19)
Hal ini disampaikan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid usai menghadiri Haul ke-27 KH Muhammad Almaghfur, pendiri Ponpes Raudhatul Muta'allimin di Kampung Cijambe, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Sabtu (27/6/2020). Menurutnya, para siswa jangan dibiarkan menganggur di rumah atas nama Corona.
"Jadikan pesantren atau desa basis untuk memberikan pendidikan siswa sekitar yang sekarang libur," kata Gus Jazil, sapaan akrab politikus PKB ini. (Baca juga: Cerita Salat Jumat di Berbagai Negara Saat Pandemi Covid-19)
(Baca juga: Tiga Tempat Ini Berpotensi Menjadi Titik Sebaran Baru Covid-19)
Hal ini disampaikan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid usai menghadiri Haul ke-27 KH Muhammad Almaghfur, pendiri Ponpes Raudhatul Muta'allimin di Kampung Cijambe, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Sabtu (27/6/2020). Menurutnya, para siswa jangan dibiarkan menganggur di rumah atas nama Corona.
"Jadikan pesantren atau desa basis untuk memberikan pendidikan siswa sekitar yang sekarang libur," kata Gus Jazil, sapaan akrab politikus PKB ini. (Baca juga: Cerita Salat Jumat di Berbagai Negara Saat Pandemi Covid-19)
Lihat Juga :