LPM UIN Sunan Gunung Djati Gelar Pelatihan Pendamping Peningkatan Budaya Mutu
Selasa, 29 November 2022 - 00:14 WIB
Wakil Rektor Bidang Akademik UIN SGD Bandung Prof Rosihon Anwar membuka kegiatan Pelatihan Pendamping Peningkatan Budaya Mutu. Foto/Tangkapan layar
JAKARTA - Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar kegiatan Pelatihan Pendamping Peningkatan Budaya Mutu. Wakil Rektor Bidang Akademik UIN SGD Bandung Prof Rosihon Anwar menyampaikan apresiasinya kepada LPM, seluruh peserta, serta tim dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) IPB University Bogor.
"Terima kasih kepada P2SDM IPB University Bogor, ini tetangga secara demografis, yang membersamai kami untuk terus meningkatkan mutu kampus sehingga benar-benar meraih unggul," ujar Prof Rosihon saat membuka acara secara daring, Senin (28/11/2022).
Menurut Prof Rosihon, pencapaian mutu yang unggul merupakan bagian dari target yang harus diraih oleh universitas. Apalagi, dalam dua tahun terakhir, pandemi Covid-19 telah menjadikan kampus menghadapi tantangan yang lumayan berat baik secara internal maupun eksternal.
"Ini menjadi komitmen Pak Rektor dan selalu ditegaskan dalam berbagai kesempatan untuk terus menjaga mutu. Meski memang kita akui ada perubahan dalam proses pembelajaran, dari yang semula luring, menjadi daring dan kini akhirnya menjadi blended. Semua kebijakan ini harus terjaga benar mutunya. LPM telah mengawal dengan baik," jelasnya.
"Terima kasih kepada P2SDM IPB University Bogor, ini tetangga secara demografis, yang membersamai kami untuk terus meningkatkan mutu kampus sehingga benar-benar meraih unggul," ujar Prof Rosihon saat membuka acara secara daring, Senin (28/11/2022).
Menurut Prof Rosihon, pencapaian mutu yang unggul merupakan bagian dari target yang harus diraih oleh universitas. Apalagi, dalam dua tahun terakhir, pandemi Covid-19 telah menjadikan kampus menghadapi tantangan yang lumayan berat baik secara internal maupun eksternal.
"Ini menjadi komitmen Pak Rektor dan selalu ditegaskan dalam berbagai kesempatan untuk terus menjaga mutu. Meski memang kita akui ada perubahan dalam proses pembelajaran, dari yang semula luring, menjadi daring dan kini akhirnya menjadi blended. Semua kebijakan ini harus terjaga benar mutunya. LPM telah mengawal dengan baik," jelasnya.
Lihat Juga :