Dekan FIB UGM Prof Setiadi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Antropologi
Minggu, 05 Maret 2023 - 22:16 WIB
loading...
Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Antropologi, di Balai Senat UGM, Kamis (2/3/2023). Foto/Dok/UGM
A
A
A
JAKARTA - Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM , Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si., dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Antropologi, di Balai Senat UGM, Kamis (2/3/2023).
Dalam upacara pengukuhan Guru Besar tersebut, ia menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Antropologi Migrasi di Indonesia: Pendekatan, Orientasi Studi, dan Tantangan ke Depan.
Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Diganjar Gelar Doktor Kehormatan oleh Universitas Brawijaya
Setiadi mengatakan ada beragam tantangan dalam membangun pendekatan antropologi migrasi. Salah satunya, dalam mengkaji masalah migrasi memiliki area kajian yang cukup luas antara lain berbagai jenis migrasi berdasar jarak, motivasi, pola mobilitas, dan melihat dalam aspek kurun waktu.
Selain itu, fenomena migrasi dilihat sebagai fenomena yang sangat kompleks dan kajian migrasi menempatkan aspek-aspek individu, struktural, sosial, kultural, maupun politis sebagai basis analisis.
Tantangan lain adalah bagaiamana mengembangkan pendekatan dan metodologi yang mampu menjadi jawaban atas perkembangan masyarakat di era revolusi industri 4.0.
Baca juga: Kompak! Ibu dan Anak Raih Gelar Doktor dari UNS dengan Nilai IPK Sama-sama Cumlaude
Dalam upacara pengukuhan Guru Besar tersebut, ia menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Antropologi Migrasi di Indonesia: Pendekatan, Orientasi Studi, dan Tantangan ke Depan.
Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Diganjar Gelar Doktor Kehormatan oleh Universitas Brawijaya
Setiadi mengatakan ada beragam tantangan dalam membangun pendekatan antropologi migrasi. Salah satunya, dalam mengkaji masalah migrasi memiliki area kajian yang cukup luas antara lain berbagai jenis migrasi berdasar jarak, motivasi, pola mobilitas, dan melihat dalam aspek kurun waktu.
Selain itu, fenomena migrasi dilihat sebagai fenomena yang sangat kompleks dan kajian migrasi menempatkan aspek-aspek individu, struktural, sosial, kultural, maupun politis sebagai basis analisis.
Tantangan lain adalah bagaiamana mengembangkan pendekatan dan metodologi yang mampu menjadi jawaban atas perkembangan masyarakat di era revolusi industri 4.0.
Baca juga: Kompak! Ibu dan Anak Raih Gelar Doktor dari UNS dengan Nilai IPK Sama-sama Cumlaude
Lihat Juga :