Miris! Puluhan Siswa SD di Sikka NTT ke Sekolah Harus Lewati Hutan dan Sungai Sejauh 3 KM

Kamis, 06 April 2023 - 20:46 WIB
loading...
Miris! Puluhan Siswa...
Puluhan siswa SDN Kolit asal Dusun Lewomudat, Desa Waipaar, Kecamatan Talibura, Sikka, NTT menempuh perjalanan 3 KM melewati hutan dan Sungai Tilu Ping menuju sekolahnya. Foto/Inews/Joni Nura
A A A
SIKKA - Perjuangan puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kolit asal Dusun Lewomudat, Desa Waipaar, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sungguh luar biasa.

Para siswa-siswi untuk sampai ke sekolah , mereka setiap hari harus bertaruh nyawa, dengan menempuh perjalanan 3 kilometer melewati hutan dan menyeberang Sungai Tilu Ping.

Baca juga: 6 Siswa MAN 2 Kota Malang Raih Beasiswa LPDP Luar Negeri, Kampus Top Eropa dan Asia

Mereka berharap kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun jalan dan jembatan di wilayah mereka. Pasalnya, ketika musim hujan tiba, mereka sangat kesulitan menyeberangi sungai apalagi terjadi banjir.

Jika kondisi hujan, mereka tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar di sekolah karena jalur menuju sekolah sangat berbahaya.

Sungai Tilu Ping berjarak dua kilometer dari Kampung Lewomudat dengan lebar 50 meter. saat musim penghujan kondisinya dipastikan selalu banjir. para siswa terkadang tidak ke sekolah karena takut terbawa arus.

Baca juga: Siswa MAN 2 Kota Kediri Raih Golden Tiket Fakultas Kedokteran Unair

Salah satu siswa, Stefanus Nong Roni (11) siswa kelas V SDN Kolit mengatakan, kondisi ini sudah sering mereka alami.

“Bahkan, jika hujan tak kunjung berhenti mereka otomatis tidak ke sekolah karena takut terseret banjir saat menyeberang di Sungai Tilu Ping,” ujarnya, Kamis (6/4/2023).

Roni dan kawan-kawannya berharap agar Presiden Jokowi bisa membantu membangun jalan dan jembatan ke kampung mereka.

Hal senada juga diutarakan Maria Noviana Male, siswa kelas V SDN Kolit mengeluh karena sudah belasan tahun tidak menikmati akses jalan yang layak.

“Kami terpaksa menempuh perjalanan sejauh 3 kilometer dengan berjalan kaki menuju sekolah,” ujar Maria.

Maria menambahkan, ketiadaan jembatan penghubung di Sungai Tilu Ping membuat mereka kesulitan saat musim hujan. “Jika hujan berkepanjangan, kami tidak ke sekolah karena takut terbawa arus sungai,” tambahnya.

Mereka juga sangat kesulitan, terlebih akses jalan tidak bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun empat.

Kondisi ini pun membuat orang tua siswa khawatir, setiap hari orang tua siswa harus mengantar anak-anaknya dipinggir sungai, setelah menyebrangkan anak-anak mereka ke pinggir sungai.

Mereka kembali ke rumah dan menunggu sampai jam pulang sekolah, mereka kembali ke sungai untuk menjemput anak mereka.

Sementara itu, Guru SDN Kolit, Lazarus Pala, mengatakan di sekolahnya terdapat 43 siswa, 11 siswa di antaranya merupakan siswa asal Dusun Lewomudat, Desa Waipaar yang setiap hari jalan kaki 3 kilometer dan menyebrang sungai.

“Kesulitan akses ini membuat siswa dari Dusun Lewomudat sering terlambat masuk sekolah. Namun kami memakluminya karena mereka harus menempuh perjalanan jauh,” ujar Lazarus.

Pihak sekolah kata dia, mengimbau kepada orang tua siswa agar tidak membiarkan anak-anak sekolah menyeberang sungai sendirian saat berangkat ke sekolah.

“Kondisi SDN Kolit sangat memprihatikan, atap empat ruang kelas sudah bocor, apabila hujan otomatis air masuk dan menggenangi ruang kelas tersebut,” ujarnya.

Dia berharap kepada pemerintah Kabupaten Sikka untuk memperhatikan kondisi anak-anak sekolah yang setiap hari jalan kaki dan menyeberang sungai karena terkendala akses jalan dan jembatan.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Super Antusias, Audisi...
Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Rekomendasi
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Berita Terkini
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar The Future of Jakarta: JAKI Smart City Innovation & Digital Public Service, Kupas Inovasi Layanan Publik Digital
Rincian UKT Jalur Mandiri...
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026, Berapa Biaya Kuliah Prodi Pilihanmu?
Program Beasiswa Eramet...
Program Beasiswa Eramet Beyond Angkatan Perdana Resmi Ditutup
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Lowongan Internship...
Lowongan Internship Pertamina Group 2026 Dibuka, Tersedia 400 Lebih Posisi untuk Fresh Graduate!
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Infografis
Israel Diseret ke ICC...
Israel Diseret ke ICC karena Lakukan Genosida dan Apartheid di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved