Penelitian Mahasiswa dan Dosen FTUI tentang Limbah Makanan Raih Best Paper Ajang ICMCER 2023
Minggu, 16 April 2023 - 13:58 WIB
loading...
Yohanes Elia Purwanto, mahasiswa Program Magister Departemen Teknik Industri (DTI) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) saat presentasi hasil riset. Foto/Dok/UI
A
A
A
JAKARTA - Hasil riset mahasiswa Program Magister Departemen Teknik Industri (DTI) Fakultas Teknik Universitas Indonesia ( FTUI ), Yohanes Elia Purwanto dan Dosen DTI FTUI, Romadhani Ardi, meraih predikat Best Paper dalam ajang International Conference on Multidisciplinary and Current Educational Research (ICMCER) 2023.
Kompetisi internasional ini diadakan oleh Institute for Engineering Research and Publication (IFERP) di Bangkok, Thailand, pada 11–12 April 2023.
Baca juga: Kisah Bilal Dwi Anugrah, Raih Sarjana ITB di Usia 20 Tahun
Makalah yang meraih predikat Best Paper berjudul “Food Waste Reduction Strategy in The Food Service Sector in Jakarta with Causal Loop Analysis.” Penelitian ini menawarkan solusi atas permasalahan limbah sisa makanan lewat, khususnya untuk sektor jasa pangan di Jakarta.
Dalam makalah tersebut, digambarkan cara timbulan sampah di sektor layanan makanan di DKI Jakarta memunculkan masalah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional pada 2021, limbah makanan sebagian besar dihasilkan pada tahap konsumsi yang terdiri dari dua pelaku, yaitu food service dan rumah tangga.
Kompetisi internasional ini diadakan oleh Institute for Engineering Research and Publication (IFERP) di Bangkok, Thailand, pada 11–12 April 2023.
Baca juga: Kisah Bilal Dwi Anugrah, Raih Sarjana ITB di Usia 20 Tahun
Makalah yang meraih predikat Best Paper berjudul “Food Waste Reduction Strategy in The Food Service Sector in Jakarta with Causal Loop Analysis.” Penelitian ini menawarkan solusi atas permasalahan limbah sisa makanan lewat, khususnya untuk sektor jasa pangan di Jakarta.
Dalam makalah tersebut, digambarkan cara timbulan sampah di sektor layanan makanan di DKI Jakarta memunculkan masalah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional pada 2021, limbah makanan sebagian besar dihasilkan pada tahap konsumsi yang terdiri dari dua pelaku, yaitu food service dan rumah tangga.
Lihat Juga :