Tim Mahasiswa FKUI Raih Silver pada Ajang Internasional di University of Cambridge
Kamis, 04 Mei 2023 - 23:48 WIB
loading...
Tim mahasiswa FKUI meraih Silver Medal pada ajang internasional ReachSci 2023 Global Conference di University of Cambridge, UK. Foto/Dok/UI
A
A
A
JAKARTA - Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) meraih Silver Medal pada ajang internasional ReachSci 2023 Global Conference di University of Cambridge, United Kingdom (UK).
Tim FKUI terdiri atas Bryanna Infinita Laviashna Saputro, Reynardi Larope Sutanto, Nadine Aurelie, Indira Laksmi Maharani, Cestarangga Adikerta, dan Maritza Andreanne Rafa Ayusha.
Baca juga: 25 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik Versi EduRank 2023, UI, Unair, UGM Top 3
Reynardi mengatakan, ia dan rekan-rekannya meneliti presisi dan sensitivitas glukometer atau alat pengukur gula darah yang banyak dipakai pasien diabetes maupun pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit.
Mereka menemukan, ada beberapa zat yang terdapat pada obat atau makanan sehari-hari yang bisa memengaruhi kualitas pengukuran glukometer, sehingga menghasilkan pengukuran yang salah.
“Kami meneliti zat maltosa, dekstrosa, dan ekstrak cabai, karena sebagian besar orang Indonesia suka makan cabai. Kami temukan bahwa pada konsentrasi tertentu, ketiga zat tersebut bisa memengaruhi presisi dan sensitivitas glukometer,” ujar Reynardi.
Baca juga: Beasiswa Pendidikan Indonesia 2023 Resmi Dibuka Hari Ini, Cek Persyaratannya
Tim FKUI terdiri atas Bryanna Infinita Laviashna Saputro, Reynardi Larope Sutanto, Nadine Aurelie, Indira Laksmi Maharani, Cestarangga Adikerta, dan Maritza Andreanne Rafa Ayusha.
Baca juga: 25 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik Versi EduRank 2023, UI, Unair, UGM Top 3
Reynardi mengatakan, ia dan rekan-rekannya meneliti presisi dan sensitivitas glukometer atau alat pengukur gula darah yang banyak dipakai pasien diabetes maupun pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit.
Mereka menemukan, ada beberapa zat yang terdapat pada obat atau makanan sehari-hari yang bisa memengaruhi kualitas pengukuran glukometer, sehingga menghasilkan pengukuran yang salah.
“Kami meneliti zat maltosa, dekstrosa, dan ekstrak cabai, karena sebagian besar orang Indonesia suka makan cabai. Kami temukan bahwa pada konsentrasi tertentu, ketiga zat tersebut bisa memengaruhi presisi dan sensitivitas glukometer,” ujar Reynardi.
Baca juga: Beasiswa Pendidikan Indonesia 2023 Resmi Dibuka Hari Ini, Cek Persyaratannya
Lihat Juga :