Jurusan Kuliah 5 Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Terakhir, Alumni Mana Saja?
Selasa, 15 Agustus 2023 - 18:32 WIB
loading...
BEI yang kini dipimpin Iman Rachman sebagai Dirut menjadi jantung bagi pasar modal Indonesia dan memiliki peran penting bagi perekonomian nasional. Foto/Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan peleburan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) pada 30 November 2007. Hingga kini BEI telah menjadi "jantung" bagi pasar modal Indonesia yang memiliki peran penting bagi perekonomian nasional.
Pasar modal memiliki banyak manfaat bagi Negara, salah satunya sebagai salah satu sumber pendapatan negara. Mengingat pentingnya bagi ekonomi Negara, faktor kepemimpinan dalam hal ini posisi Direktur Utama (Dirut) memegang peranan kunci di BEI. Dirangkum dari berbagai sumber, ini riwayat pendidikan 5 Dirut BEI terakhir.
Sebelum menjabat Dirut BEI, Iman bekerja sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero). Di Pertamina, sejumlah posisi strategis pernah diembannya, antara lain, Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (2019—2020), Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (2016—2018), dan Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas (2003—2016).
A.Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat (1995)
B. Master of Business Administration in Finance dari Leeds University Business School, Leeds, West Yorkshire, Inggris (1997).
Inarno menjabat sebagai salah satu Komisaris BEI sejak Juni 2017. Pria kelahiran Yogyakarta, 31 Desember 1962 ini memulai perjalanan kariernya pada tahun 1989 sebagai Treassury Officer di PT Bank Uppindo.
Inarno Djajadi memiliki pengalaman di berbagai organisasi sepanjang karier, termasuk sebagai anggota Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPE) pada 1992-1994, anggota Dewan Pengawas Profesi Pasar Modal Indonesia pada 2017-2020. Ia juga saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jakarta Raya (ISEI Jaya) sejak 2020.
Tito Sulistyo resmi didaulat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2018, menggantikan Inarno Djajadi. Tito memiliki segudang pengalaman, baik pada otoritas pasar modal, asosiasi, maupun emiten.
Sebelum jadi Dirut BEI, Tito menduduki kursi jabatan di lima perusahaan berbeda. Di antaranya, Komisaris PT Mitra International Resources Tbk., Wakil Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP).
Pasar modal memiliki banyak manfaat bagi Negara, salah satunya sebagai salah satu sumber pendapatan negara. Mengingat pentingnya bagi ekonomi Negara, faktor kepemimpinan dalam hal ini posisi Direktur Utama (Dirut) memegang peranan kunci di BEI. Dirangkum dari berbagai sumber, ini riwayat pendidikan 5 Dirut BEI terakhir.
Jurusan Kuliah 5 Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Terakhir
1.Iman Rachman (2022-2926)
Sebelum menjabat Dirut BEI, Iman bekerja sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero). Di Pertamina, sejumlah posisi strategis pernah diembannya, antara lain, Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (2019—2020), Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (2016—2018), dan Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas (2003—2016).
Riwayat Pendidikan
A.Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat (1995)
B. Master of Business Administration in Finance dari Leeds University Business School, Leeds, West Yorkshire, Inggris (1997).
2.Inarno Djajadi (2018-2021)
Inarno menjabat sebagai salah satu Komisaris BEI sejak Juni 2017. Pria kelahiran Yogyakarta, 31 Desember 1962 ini memulai perjalanan kariernya pada tahun 1989 sebagai Treassury Officer di PT Bank Uppindo.
Inarno Djajadi memiliki pengalaman di berbagai organisasi sepanjang karier, termasuk sebagai anggota Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPE) pada 1992-1994, anggota Dewan Pengawas Profesi Pasar Modal Indonesia pada 2017-2020. Ia juga saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jakarta Raya (ISEI Jaya) sejak 2020.
Riwayat Pendidikan
A. Sarjana ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 19983.Tito Sulistyo (2015-2018)
Tito Sulistyo resmi didaulat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2018, menggantikan Inarno Djajadi. Tito memiliki segudang pengalaman, baik pada otoritas pasar modal, asosiasi, maupun emiten.
Sebelum jadi Dirut BEI, Tito menduduki kursi jabatan di lima perusahaan berbeda. Di antaranya, Komisaris PT Mitra International Resources Tbk., Wakil Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP).
Riwayat Pendidikan
A. Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1982Lihat Juga :