Pondok Pesantren di Surabaya Mulai Aktif Belajar, Ini Syaratnya
Kamis, 30 Juli 2020 - 16:22 WIB
loading...
Para Pengurus Ponpes Hidayatullah Surabaya datang ke Balai Kota untuk meminta izin adanya rencana belajar di pesantren. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Pondok Pesantren (ponpes) yang ada di Kota Surabaya berencana untuk aktif kembali dalam proses belajar mengajar. Beberapa syarat utama pun harus dipenuhi untuk bisa kembali menjalani proses pengajaran.
Penegasan itu disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika menerima kunjungan dari jajaran Pengurus Ponpes Hidayatullah Surabaya di Taman Surya Surabaya, Kamis (30/7/2020).
Setelah berdiskusi panjang lebar tentang kesiapan pesantren menyambut santri di tengah wabah ini, Risma meminta kepada mereka untuk melakukan rapid tes terlebih dahulu, baik santri yang baru datang ke pondok, semua guru atau ustadnya, petugas kebersihan dan keamanan, serta orang-orang yang beraktifitas di ponpes itu. (Baca juga: Rencana Mendikbud Buka Sekolah di Luar Zona Hijau Terus Tuai Kritik )
“Jadi, nanti semuanya harus dirapid tes tes dulu, semuanya tanpa terkecuali, kita sediakan gratis nanti, kita fasilitasi. Bahkan kalau perlu, orang tua santri yang mengantar ke pondok juga harus dites,” kata Risma.
Ia melanjutkan, jika nanti ditemukan ada yang reaktif ketika dirapid tes, maka akan dites swab dan akan diisolasi dulu sembari menunggu hasil tes swabnya. Kemudian, jika santri itu sudah negatif atau sudah sembuh, maka akan dikembalikan lagi ke ponpes. “Kalau imunnya kuat, mungkin tidak lama kok Ustad isolasinya, nanti kami tes lagi,” jelasnya.
Risma juga meminta mereka untuk memperketat protokol kesehatannya, baik jalan masuk dan keluarnya santri, penyediaan fasilitas cuci tangan, bilik sterilisasi, serta kamar mandinya harus selalu bersih dan steril. Bahkan, Risma siap membantu mereka wastafel dan bilik sterilisasi. “Insyallah nanti akan kami bantu lagi,” tegasnya. (Baca juga: Uang Makan Santri Rp2.000, PKS: Inilah Potret Sebagian Lembaga Pendidikan )
Di samping itu, Presiden UCLG ASPAC ini juga meminta mereka untuk mengurangi jam masuknya, tidak boleh sama dengan jam masuk sebelum pandemi. Ia juga tak lupa menganjurkan untuk tidak menggunakan AC di ruangan, karena hal itu bisa berpotensi menularkan virus baru ini. “Jadi, tolong semua protokol kesehatan yang sudah disiapkan nanti diserahkan kepada kami, nanti akan ada tim yang evaluasi ke sana terkait persiapan protokol kesehatan ini,” tegasnya.
Penegasan itu disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika menerima kunjungan dari jajaran Pengurus Ponpes Hidayatullah Surabaya di Taman Surya Surabaya, Kamis (30/7/2020).
Setelah berdiskusi panjang lebar tentang kesiapan pesantren menyambut santri di tengah wabah ini, Risma meminta kepada mereka untuk melakukan rapid tes terlebih dahulu, baik santri yang baru datang ke pondok, semua guru atau ustadnya, petugas kebersihan dan keamanan, serta orang-orang yang beraktifitas di ponpes itu. (Baca juga: Rencana Mendikbud Buka Sekolah di Luar Zona Hijau Terus Tuai Kritik )
“Jadi, nanti semuanya harus dirapid tes tes dulu, semuanya tanpa terkecuali, kita sediakan gratis nanti, kita fasilitasi. Bahkan kalau perlu, orang tua santri yang mengantar ke pondok juga harus dites,” kata Risma.
Ia melanjutkan, jika nanti ditemukan ada yang reaktif ketika dirapid tes, maka akan dites swab dan akan diisolasi dulu sembari menunggu hasil tes swabnya. Kemudian, jika santri itu sudah negatif atau sudah sembuh, maka akan dikembalikan lagi ke ponpes. “Kalau imunnya kuat, mungkin tidak lama kok Ustad isolasinya, nanti kami tes lagi,” jelasnya.
Risma juga meminta mereka untuk memperketat protokol kesehatannya, baik jalan masuk dan keluarnya santri, penyediaan fasilitas cuci tangan, bilik sterilisasi, serta kamar mandinya harus selalu bersih dan steril. Bahkan, Risma siap membantu mereka wastafel dan bilik sterilisasi. “Insyallah nanti akan kami bantu lagi,” tegasnya. (Baca juga: Uang Makan Santri Rp2.000, PKS: Inilah Potret Sebagian Lembaga Pendidikan )
Di samping itu, Presiden UCLG ASPAC ini juga meminta mereka untuk mengurangi jam masuknya, tidak boleh sama dengan jam masuk sebelum pandemi. Ia juga tak lupa menganjurkan untuk tidak menggunakan AC di ruangan, karena hal itu bisa berpotensi menularkan virus baru ini. “Jadi, tolong semua protokol kesehatan yang sudah disiapkan nanti diserahkan kepada kami, nanti akan ada tim yang evaluasi ke sana terkait persiapan protokol kesehatan ini,” tegasnya.
Lihat Juga :