Berapa Lama Kuliah Kedokteran hingga Menjadi Dokter Spesialis di Indonesia?

Kamis, 24 Agustus 2023 - 15:15 WIB
loading...
Berapa Lama Kuliah Kedokteran...
Berapa lama kuliah kedokteran hingga menjadi dokter spesialis di Indonesia patut diketahui calon mahasiswa kedokteran. Foto/Humas IPB University.
A A A
JAKARTA - Tahapan menjadi dokter harus melewati panjang dan proses pendidikan bertahun-tahun. Namun seberapa lama kuliah kedokteran sampai bisa menjadi dokter spesialis ?.

Jurusan kedokteran memang masih menjadi favorit jurusan di perguruan tinggi. Baik dari segi karier, pendapatan, hingga profesinya yang disegani di tengah masyarakat menjadi satu alasannya.

Namun untuk menjadi dokter di Indonesia itu tidak sama dengan kuliah di jurusan lain. Masa preklinik, koas, internship, dan sekolah spesialis harus dilewati terlebih dulu.

Sehingga, perkiraan waktu mahasiswa kedokteran untuk belajar dan bisa mengantongi Surat izin Praktik (SIP) di Indonesia itu membutuhkan waktu 7-10 tahun.

Dikutip dari laman Brainacademy, berikut ini tahapan dan lama kuliah mahasiswa kedokteran di Indonesia.

1. Masa Preklinik


Ini adalah masa dimana kalian akan menjalani masa kuliah layaknya mahasiswa biasa. Pendidikannya biasanya selama 3,5 tahun namun yang membedakan adalah tidak ada sistem Satuan Kredit Semester (SKS) bagi mahasiswa kedokteran. Namun terbagi dalam beberapa blok seperti bBlok Neurologi, Blok Kulit, Blok Pediatri, dan masih banyak lagi.

Mahasiswa Kedokteran juga menghadapi ujian tulis, OSCE, dan SOCA. OSCE (Objective Structured Clinical Examination) adalah ujian praktek untuk menebak diagnosa penyakit yang diderita oleh pasien simulasi. Lalu, ada SOCA (Student Oral Case Analysis) yaitu uji pemahaman mahasiswa terkait kasus penyakit tertentu. SOCA dilakukan secara lisan di hadapan 2-3 dosen penguji.

Baca juga: Ini Syarat Fisik Daftar Fakultas Kedokteran, Penting Nih Apa Saja?

Di semester 7, mahasiswa Kedokteran menyusun skripsi untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked). Setelah ini, kamu akan diwisuda dan lanjut ke program profesi atau koas.

2. Co Assistant (Koas)


Setelah menjalani masa preklinik, mahasiswa kedokteran memasuki masa koas. Tahap ini mahasiswa kedokteran akan mendampingi dokter senior untuk berinteraksi dengan pasien sungguhan.

Pada tahap ini kalian akan disebut dengan dokter muda. Ruang praktik kalian adalah di rumah sakit yang bekerja sama dengan kampus atau rumah sakit pendidikan dan tidak ada gaji.

Lamanya koas berlangsung 1,5 hingga 2 tahun. Para dokter muda yang akan terbagi dalam kelompok-kelompk kecil ini akan menjalani berbagai stase seperti stase bedah, anak, THT, forensik, anestesi, kandungan, penyakit dalam, psikiatri, dan lain-lain.

Selain menghabiskan waktu di rumah sakit, koas juga mendapat tugas berupa analisis penyakit yang harus dipresentasikan ke hadapan dokter senior.

3. Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD)


UKMPPD biasanya dilakukan 4 kali dalam satu tahun, yaitu di bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. UKMPPD terdiri dari Computer Based Test dan OSCE.

CBT UKMPPD adalah ujian tulis online yang berisi 150 soal pilihan ganda dengan waktu pengerjaan selama 200 menit. Nilai yang dibutuhkan untuk lulus CBT minimal 66.

Sedangkan OSCE adalah ujian praktek yang dilakukan di Fakultas Kedokteran masing-masing perguruan tinggi. Setiap peserta harus melewati 12 station dengan topik yang berbeda. Waktu yang dibutuhkan di setiap station adalah 15 menit.

Di sini, kalian akan mempraktekkan skill dokter sesuai dengan standar kompetensi dokter umum Indonesia.

Baca juga: Apakah Koas Tetap Harus Bayar Kuliah? Ini Jawaban Mengejutkannya

4. Sumpah Dokter


Jika kalian lulus UKMPPD maka ini adalah momen yang paling membanggakan kalian sebagai mahasiswa kedokteran. Kalian Kamu akan disumpah bersama mahasiswa lain dan memperoleh gelar dokter (dr) serta Surat Tanda Registrasi (STR).

Namun apakah perjalanannya cukup sampai di sini? tentu saja tidak. Meskipun sudah bergelar dokter, kalian harus menjalani program internship dulu selama 1 tahun.

5. Internship


Di tahap Internship, statusmu adalah ‘dokter magang’. Tujuan diadakannya internship untuk melatih kesiapan dan kemandirian kamu sebelum memperoleh Surat Izin Praktek.

Gaji dokter magang berkisar di angka Rp1 sampai Rp5 juta per bulan tergantung daerah dan instansi kesehatan tempat melakukan magang.

Jika dokter senior merasa kalian belum kompeten, maka kalian harus mengulang program magang sampai memenuhi penilaian. Setelah itu, barulah kalian mendapat Surat Izin Praktek (SIP) untuk mendirikan praktek dokter umum, atau meneruskan ke Program Pendidikan Dokter Spesialis.

6. PPDS


Dokter spesialis adalah dokter yang mempelajari bagian tubuh tertentu termasuk penyakit yang ada di dalamnya. Pendidikan Program Dokter Spesialis ditempuh selama 4 sampai 6 tahun tergantung pada kesulitan bidang yang diambil.

Dokter umum yang menjalani PPDS, disebut sebagai ‘dokter residen’. Bidang spesialis yang dapat diambil oleh dokter umum, antara lain:

Spesialis Kedokteran Forensik (Sp.F)
Spesialis Saraf atau Neurologis (Sp.N)
Spesialis Kandungan dan Ginekologi (Sp.OG)
Spesialis Gizi (Sp.G)
Spesialis Bedah (Sp.B)
Spesialis Urologi (Sp.U)
Spesialis Anestesi (Sp.An)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah atau Kardiologi (Sp.JT)
Spesialis Mata (Sp.M)
Spesialis Paru (Sp.P)
Spesialis Anak (Sp.A)
Spesialis Radiologi (Sp.R)
Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD)
Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK)
Spesialis Kedokteran Jiwa dan Psikiater (Sp.KJ)
Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan (Sp. THT)

Demikian tadi tahapan dan durasi mahasiswa kedokteran di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia SINDOnews.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
Cerita Fulviana, Mahasiswa...
Cerita Fulviana, Mahasiswa UGM yang Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun
FK Unair Kolaborasi...
FK Unair Kolaborasi dengan Adelaide University, Soroti Sistem Kesehatan Kebidanan Indonesia
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Rekomendasi
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Amanda Manopo Sambangi...
Amanda Manopo Sambangi Polres Metro Jakarta Selatan, Diduga Jadi Korban Pemalsuan Tanda Tangan
Berita Terkini
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Daftar 34 PTS yang Masuk...
Daftar 34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026, Ada Kampusmu?
Rekrutmen BPKH 2026...
Rekrutmen BPKH 2026 Resmi Dibuka, Simak 9 Formasi, Syarat, Jadwal, dan Link Pendaftaran
Unair Jadi Kampus Terbaik...
Unair Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved