Tanamkan Moderasi Sejak Usia Dini, Kemenag Luncurkan Gebyar PAI Tingkat PAUD
Sabtu, 23 September 2023 - 09:43 WIB
loading...
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Muhamamd Ali Ramdhani menyambut baik gebyar Pendidikan Agama Islam (PAI) TK yang mengusung tema Moderat Sejak Usia Dini. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama kembali menggelar Gebyar Pendidikan Agama Islam (PAI) Taman Kanak-kanak (TK) . Pada gelaran tahun ini mengusung tema "Moderat Sejak Usia Dini".Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhamamd Ali Ramdhani menyambut baik dan mendukung gelaran gebyar tingkat usia dini tersebut. Dirinya berpesan agar segala sesuatunya harus dipersiapkan secara matang.
Menurut Ali, sejatinya Direktorat PAI adalah etalase atau jendela Kementerian Agama pada lembaga pendidikan sekolah umum. Sehingga harus memberikan layanan terbaiknya. Terlebih penguatan moderasi beragama telah menjadi salah satu perhatian utama Menteri Agama dan telah menjadi program prioritas Gus Men, sapaan Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas.
“Tema ini merefleksikan tekad Kementerian Agama untuk membekali anak-anak TK dengan semangat moderasi beragama sedini mungkin dan sejak usia dini,” kata pria yang akrab disapa Kang Dhani dalam keterangn resminya, Sabtu (23/9/2023) di Jakarta.
Baca juga: Kemenag Sebut Generasi Milenial Agen Moderasi Beragama
Sedangkan Direktur PAI Amrullah mengatakan, tema Moderat Sejak Usia Dini diyakini memiliki relevansi yang kuat. Sebab, usia dini merupakan momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar dan karakter individu, salah satunya nilai moderasi beragama.
"Kami sangat mengapresiasi semangat yang ditunjukkan para peserta dan para pembimbing acara Gebyar PAI TK ini. Membina dan mengarahkan siswa TK tentu memerlukan upaya yang lebih daripada siswa pada jenjang usia lainnya."Saya berharap, para peserta lomba, baik dari para siswa maupun guru TK, dapat mengikuti lomba ini dengan penuh semangat, kebersamaan, dan kegembiraan dengan tetap menjunjung dan memedomani petunjuk teknis Gebyar PAI TK," harap Amrullah
Dengan segala keterbatasan dan kesulitan yang ada, Amrullah juga berharap Gebyar PAI TK tetap bisa berjalan dengan maksimal dan lebih baik dari pelaksanaan sebelumnya, “Kami meyakini, semangat moderat yang ditanamkan sejak usia dini akan memengaruhi pandangan mereka tentang keberagamaan dan keberagaman terpatri mereka dewasa nantinya," tukasnya.
Menurut Ali, sejatinya Direktorat PAI adalah etalase atau jendela Kementerian Agama pada lembaga pendidikan sekolah umum. Sehingga harus memberikan layanan terbaiknya. Terlebih penguatan moderasi beragama telah menjadi salah satu perhatian utama Menteri Agama dan telah menjadi program prioritas Gus Men, sapaan Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas.
“Tema ini merefleksikan tekad Kementerian Agama untuk membekali anak-anak TK dengan semangat moderasi beragama sedini mungkin dan sejak usia dini,” kata pria yang akrab disapa Kang Dhani dalam keterangn resminya, Sabtu (23/9/2023) di Jakarta.
Baca juga: Kemenag Sebut Generasi Milenial Agen Moderasi Beragama
Sedangkan Direktur PAI Amrullah mengatakan, tema Moderat Sejak Usia Dini diyakini memiliki relevansi yang kuat. Sebab, usia dini merupakan momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar dan karakter individu, salah satunya nilai moderasi beragama.
"Kami sangat mengapresiasi semangat yang ditunjukkan para peserta dan para pembimbing acara Gebyar PAI TK ini. Membina dan mengarahkan siswa TK tentu memerlukan upaya yang lebih daripada siswa pada jenjang usia lainnya."Saya berharap, para peserta lomba, baik dari para siswa maupun guru TK, dapat mengikuti lomba ini dengan penuh semangat, kebersamaan, dan kegembiraan dengan tetap menjunjung dan memedomani petunjuk teknis Gebyar PAI TK," harap Amrullah
Dengan segala keterbatasan dan kesulitan yang ada, Amrullah juga berharap Gebyar PAI TK tetap bisa berjalan dengan maksimal dan lebih baik dari pelaksanaan sebelumnya, “Kami meyakini, semangat moderat yang ditanamkan sejak usia dini akan memengaruhi pandangan mereka tentang keberagamaan dan keberagaman terpatri mereka dewasa nantinya," tukasnya.
Lihat Juga :