Cegah Bullying di Dunia Maya, Para Pelajar Perlu Terapkan Keamanan Digital

Kamis, 12 Oktober 2023 - 14:51 WIB
loading...
Cegah Bullying di Dunia...
Penerapan keamanan digital setidaknya bisa meminimalisir terjadinya bullying bagi komunitas pendidikan di dunia maya.Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Setiap individu sejatinya memiliki hak yang sama untuk berekspresi dan berpendapat di dunia maya. Hak itu antara lain meliputi hak untuk mengakses, hak untuk berekspresi, serta hak untuk merasa aman.

Dalam konteks hak merasa aman itulah, tindak bullying yang akhir-akhir ini marak termasuk bullying di dunia maya sebenarnya merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia di dunia maya. Penerapan keamanan digital setidaknya bisa meminimalisir terjadinya bullying di dunia maya.

Hal-hal itu terungkap dalam webinar literasi digital untuk komunitas pendidikan bertajuk ”Kenali Jenis Cyberbullying di Dunia Maya” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (12/10).

Salah satu tujuan digelarnya webinar adalah untuk memberi pemahaman terkait bahaya cyberbullying di komunitas pelajar khususnya bullying di dunia maya. Terlebih akhir-akhir ini kasus bullying atau perundungan tengah merebak di dunia maya. Webinar diikuti secara nobar oleh siswa di berbagai sekolah menengah di Lombok Timur (Lotim).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur Izzuddin mengatakan, setiap individu sejatinya memiliki hak sama di dunia maya. Hak tersebut meliputi, hak untuk mengakses, hak untuk berekspresi, serta hak untuk merasa aman.

”Hak untuk mengakses menjamin setiap orang untuk mengakses internet, ketersediaan infrastruktur, kepemilikan dan kontrol layanan penyedia internet," ujar Izzuddin.

Baca juga: Stop Bullying! Ini 3 Cara Mencegah Bullying di Instagram

Hak berekspresi, yaitu jaminan atas keberagaman konten, bebas menyatakan pendapat dan penggunaan internet. Sedangkan hak merasa aman, yakni bebas dari penyadapan massal serta pemantauan tanpa landasan hukum, perlindungan atas privasi, hingga aman dari penyerangan daring,” jelas Izzuddin.

Mom influencer Ana Livian yang hadir sebagai narasumber webinar mengatakan, perundungan dunia maya atau cyberbullying merupakan perundungan dengan menggunakan teknologi digital. "Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel," ungkap Ana.

Ana menegaskan, perundungan siber adalah perilaku agresif yang dilakukan suatu kelompok atau individu melalui media elektronik. Perundungan biasanya dilakukan secara berulang-ulang, dari waktu ke waktu, terhadap seseorang yang dianggap tidak mudah melakukan perlawanan atas tindakan tersebut.

”Jadi, terdapat perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban. Perbedaan kekuatan dalam hal ini merujuk pada sebuah persepsi kapasitas fisik dan mental,” jelas Ana Livian dalam diskusi yang dipandu moderator Fitta Mamita itu.

Perilaku yang berulang dari waktu ke waktu itu, menurut Ana Livian, bertujuan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran. Contohnya, menyebarkan kebohongan tentang seseorang atau memposting foto memalukan tentang seseorang di media sosial.

Dari perspektif keamanan digital, drummer kelompok musik Hijau Daun Rio Aries Kusnanto yang juga hadir sebagai narasumber berharap agar para siswa senantiasa menerapkan prinsip keamanan digital di dunia maya. Penerapan keamanan digital setidaknya akan mampu mengeliminasi terjadinya perundungan siber.

”Aktifkan autentifikasi 2 faktor (F2A), ganti password secara berkala, jangan bertransaksi menggunakan wifi publik, pahami aturan ketentuan setiap aplikasi, dan gunakan antivirus. Apabila terjadi perundungan, laporkan!” pesan Rio Hijau Daun.
(wyn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Presiden Prabowo Instruksikan...
Presiden Prabowo Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis, DPR: Ada Tidak Sumber Dayanya?
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Rekomendasi
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Biar Anak Nyaman ke...
Biar Anak Nyaman ke Dokter Gigi, Medikids Serpong Hadirkan Beragam Fasilitas
Berita Terkini
Daftar 4 PTS yang Tembus...
Daftar 4 PTS yang Tembus QS World University Rankings 2027, Ada Kampusmu?
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
QS WUR 2027, Ini 20...
QS WUR 2027, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved