Soal Pendidikan Jarak Jauh, Ketua MPR: Teriakan di Luar Sudah Kencang

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 18:02 WIB
loading...
Soal Pendidikan Jarak...
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pandemi virus Corona (Covid-19) yang sudah berlangsung lebih dari lima bulan menimbulkan kekacauan di berbagai bidang. Salah satunya di sektor pendidikan.

Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang dijalankan selama ini sebagai upaya menjaga jarak (social distancing) menimbulkan berbagai persoalan baru di tengah masyarakat.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengaku prihatin karena PJJ membuat anak-anak tidak bisa belajar secara optimal. "Anak-anak menjadi hi tech, tapi low touch. Anak-anak dalam masa pertumbuhan yang dibutuhkan adalah sentuhan. Sekarang interaksi dengan satu arah memang tidak mencerdaskan," tuturnya di sela Media Expert Meeting bertema Sidang Tahunan MPR RI, Konvensi Ketatanegaraan dalam Rangka Laporan Kinerja Lembaga Negara di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/8/2020).

Pria yang biasa disapa Bamsoet ini memaklumi dan berharap kondisi ini hanya sementara. Namun, pihaknya mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim segera merespons teriakan masyarakat yang sudah luar biasa kencang merasakan kesulitan dalam Sistem PJJ. "Teriakan di luar sudah cukup kencang. Persoalan pendidikan begitu banyak yang menyuarakan, bagaimana kok belum ada eksekusi yang jelas," tuturnya.(Baca juga: Kemendikbud akan Beri Bantuan Kuota Internet pada 25% Mahasiswa )

Dikatakan mantan Ketua DPR RI ini, diperlukan tindakan yang lebih konkret dari pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan pendidikan. Mulai dari bagaimana mengatasi beban kuota paket internet untuk PJJ yang sangat memberatkan masyarakat. Belum lagi soal keluhan jaringan internet di berbagai daerah. "Juga soal gadget yang harganya tidak murah. Saya membaca di beberapa wilayah pakai HT (handy talky) untuk menghemat kuota dan mengatasi ketidakpunyaan laptop dan gadget," katanya.

Kendati begitu, kata Bamsoet, di sisi lain ada hal yang memunculkan optimisme yakni bagaimana kemauan kuat dari para orangtua agar anaknya mau belajar. "Ini kita patut bersyukur. Kita sadar betul anak-anak butuh pendidikan," tuturnya.

Sejauh ini, kata Bamsoet, langkah Mendikbud dalam menangani persoalan pendidikan di era pandemi ini belum selaras dengan keinginan masyarakat.

"Kita minta Mendikbud aware (peduli) dengan persoalan ini. Kemarin ketemu Rektor IPB bilang mahasiswa yang tidak mampu beli kuota dibantu. Kampus rata-rata bisa mengatasi lewat dana sumbangan pengurus kampus maupun kas. Tapi seringkali orangtua di tingkat SD, SMP, hingga SMA mengeluhkan iuran tidak berkurang, tapi ada tambahan biaya untuk beli kuota," katanya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pulau Arar...
Kunjungi Pulau Arar Papua, Mendikdasmen Tegaskan Akses Pendidikan Anak di Daerah Terpencil
Cara Akses Platform...
Cara Akses Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen untuk Guru, Siswa, dan Orang Tua
Wamen Stella dan Pramono...
Wamen Stella dan Pramono Anung Bahas Jakarta Jadi Pusat Pendidikan Internasional
Hardiknas 2026, Mendikdasmen...
Hardiknas 2026, Mendikdasmen Sampaikan Terima Kasih kepada Guru di Seluruh Indonesia
Tema dan Logo Hardiknas...
Tema dan Logo Hardiknas 2026 Lengkap dengan Makna dan Link Unduhan Resmi
Kemendikdasmen Resmikan...
Kemendikdasmen Resmikan PJJ Pendidikan Menengah, Sasar 3.500 Anak Tidak Sekolah
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Rekomendasi
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Berita Terkini
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Universitas Padjadjaran...
Universitas Padjadjaran Masuk Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Daftar 4 PTS yang Tembus...
Daftar 4 PTS yang Tembus QS World University Rankings 2027, Ada Kampusmu?
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved