Kemampuan Bahasa Asing Pekerja Indonesia Masih Jadi Kendala untuk Bekerja di Luar Negeri

Jum'at, 19 April 2024 - 10:36 WIB
loading...
Kemampuan Bahasa Asing...
Kemampuan bahasa asing bagi pekerja Indonesia dinilai masih perlu ditingkatkan. Foto/iStock Photo.
A A A
JAKARTA - Kemampuan bahasa asing bagi pekerja Indonesia dinilai masih perlu ditingkatkan. Sebab pekerja Indonesia sering kali masih harus beradu kemampuan dengan pekerja negara lain untuk menangkap peluang kerja di luar negeri.

Direktur Utama Elite International Recruitment Dina Carol mengatakan, sumber daya Indonesia saat ini tengah menjadi primadona di kancah internasiional karena mereka memiliki perilaku dan kinerja yang baik.

Namun sayangnya, ungkap Dina, seringkali pekerja Indonesia tersandung dengan hard skill kemampuan bahasa asing yang masih kurang. Kondisi ini terjadi karena masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk belajar dan menggunakan Bahasa asing
tersebut.

Baca juga: Cegah TPPO, Polres Kupang Gagalkan 12 Calon Pekerja Migran Ilegal Berangkat ke Malaysia

"Padahal dari pengalaman yang sudah sudah, sumber daya Indonesia ini adalah fast learner dalam banyak hal," ungkap Dina, melalui siaran pers, Jumat (19/4/2024).

Sementara COO Schoters Dzarnuji Azis mengakui jika kendala utama yang menjadi hambatan untuk bekerja di luar negeri adalah bahasa asing. Sehingga fokus utama dari pelatihan kerja adalah mengasah bahasa asing agar sesuai standar yang
ditetapkan di pasar internasional.

“Pastinya kunci utama untuk bekerja ke luar negeri adalah bahasa. Jadi, Schoters berkomitmen untuk mendukung pelatihan bahasa asing yang berstandar untuk para peserta,” ungkapnya.

Oleh karena itu Elite International Recruitment dan Schoters pun menjalin kerja sama dengan Schoters untuk menyiapkan pelatihan
bahasa asing secara daring ataupun luring bagi siapa pun yang berminat dan telah memenuhi syarat untuk berkarier di luar negeri.

Baca juga: Kepala BP2MI Minta Kebijakan dan Pengaturan Impor Barang Milik Pekerja Migran Ditinjau Lagi

Persiapan pelatihan bahasa mencakup beberapa bahasa yang akan diperlukan di negara-negara yang banyak membuka peluang untuk pekerja migran seperti Eropa dan Timur Tengah.

Bahasa yang paling utama dipersiapkan adalah Bahasa Inggris yang mana nantinya akan berkembang kepada pelatihan Bahasa Jerman dan Bahasa Jepang.

Kerja sama tersebut untuk membuka sekaligus mempersiapkan peserta yang ingin bekerja di luar negeri agar semakin fasih menggunakan bahasa asing yang akan menambah nilai bagi para calon pekerja sebagai sumber daya yang berkualitas.

Hal ini sangat diperlukan untuk dapat bersaing di kancah internasional, apalagi seringkali kita harus ‘beradu’ kemampuan dengan
negara-negara lain seperti Filipina, India dan lain – lain.

Sementara itu pemerintah pun mendukung upaya untuk mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sehingga mampu bersaing di kancah pasar kerja global yang sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Saat ini ada banyak sekali peluang kerja di luar negeri yang dapat diisi oleh para Pekerja Migran Indonesia, untuk itu kami sangat mendukung pihak-pihak yang mau membantu para pekerja agar memiliki kemampuan bahasa maupun teknis yang sesuai standar Internasional," ujar Rendra Setiawan, Direktur Penempatan dan Pelindung Pekerja Migran Indonesia
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Deni Maulana,...
Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
Ramadhan Charity Day...
Ramadhan Charity Day 2026 TBI Pondok Indah Ajak Anak Panti Asuhan Belajar Bahasa Inggris
Bahasa Inggris Jadi...
Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib di SD Mulai 2027, Kemendikdasmen Latih Ribuan Guru
Berapa Skor TOEFL Syarat...
Berapa Skor TOEFL Syarat Beasiswa LPDP? Ini Ketentuan Resminya
Ini Jurusan Kuliah dan...
Ini Jurusan Kuliah dan Industri Paling Dibutuhkan Australia hingga 2030, Tertarik?
Mendiktisaintek Siapkan...
Mendiktisaintek Siapkan Program Khusus Bagi Mahasiswa yang Ingin Bekerja di Luar Negeri
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
Rekomendasi
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Berita Terkini
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Infografis
Muhammad Jadi Nama Terpopuler...
Muhammad Jadi Nama Terpopuler untuk Bayi Lelaki di Inggris Raya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved