Kecakapan Digital Dibutuhkan untuk Modal Bertindak Cermat di Media Sosial
Jum'at, 17 Mei 2024 - 19:10 WIB
loading...
Dengan modal keterampilan, seorang siswa bisa belajar dan melakukan beragam kreativitas di media sosial. Foto/Ist
A
A
A
LAMPUNG - Bermain media sosial butuh kecakapan digital. Dengan modal keterampilan, seseorang bisa belajar dan melakukan beragam kreativitas di media sosial. Meski begitu, bermain di media sosial harus mampu menjaga perilaku baik dan berimbang, juga tidak lupa waktu.
”Aktivitas (online) di media sosial harus diimbangi dengan aktivitas offline seperti belajar, bermain di luar atau membaca buku,” tutur praktisi pendidikan asal Lampung, Mohammad Yahdi, dalam webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, Jumat (17/5/2024).
Mengusung tema ”Cermat Bermain di Media Sosial”, Yahdi mengatakan, media sosial dapat digunakan sebagai alat belajar yang positif. Misalnya, mengikuti akun edukatif atau kelompok belajar online serta mencari informasi yang berguna dan inspiratif.
Di samping itu, lanjut Yahdi, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengekspresikan diri secara positif dan kreatif seperti berbagi karya seni, tulisan, atau tugas-tugas sekolah.
”Yang pasti, media sosial dapat mendukung dan menginspirasi satu sama lain melalui konten yang dibagikan,” imbuhnya dalam diskusi yang dipandu moderator Iin Mendah itu.
”Aktivitas (online) di media sosial harus diimbangi dengan aktivitas offline seperti belajar, bermain di luar atau membaca buku,” tutur praktisi pendidikan asal Lampung, Mohammad Yahdi, dalam webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, Jumat (17/5/2024).
Mengusung tema ”Cermat Bermain di Media Sosial”, Yahdi mengatakan, media sosial dapat digunakan sebagai alat belajar yang positif. Misalnya, mengikuti akun edukatif atau kelompok belajar online serta mencari informasi yang berguna dan inspiratif.
Di samping itu, lanjut Yahdi, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengekspresikan diri secara positif dan kreatif seperti berbagi karya seni, tulisan, atau tugas-tugas sekolah.
”Yang pasti, media sosial dapat mendukung dan menginspirasi satu sama lain melalui konten yang dibagikan,” imbuhnya dalam diskusi yang dipandu moderator Iin Mendah itu.
Lihat Juga :