Kemenag Rilis Hasil Seleksi Ujian Masuk Kampus UIN, IAIN dan STAIN
Selasa, 25 Agustus 2020 - 09:02 WIB
loading...
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Muhammad Ali Ramdhani. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi telah mengumumkan Ujian Masuk Perguruan Tiggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) 2020 . UMPTKIN merupakan seleksi calon mahasiswa yang dilaksanakan secara Nasional oleh seluruh Universitas Islam Negeri ( UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) dalam satu sistem satu pintu.
Pelaksanaan UMPTKIN secara serentak dilaksanakan oleh panitia pelaksana di antara kampus Islam negeri yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Tahun ini, digawangi oleh Kampus UIN Sunan Gunung Jati Bandung dan UIN Raden Intan Lampung.
Tahun ini, menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Muhammad Ali Ramdhani, sebanyak 135.444 calon mahasiswa yang melakukan registrasi, namun yang berhak untuk mengikuti ujian ditetapkan oleh panitia sebanyak 132.929 peserta. (Baca juga: 10 Rektor UIN Mengadu ke DPD, Kesulitan Buka Prodi Ilmu Sosial dan Sains )
Selanjutnya, secara tren tiga tahun terakhir telah mengalami peningkatan yang signifikan peminat untuk memasuki kampus Islam Negeri di bawah naungan Kemenag. Tercatat, bahwa pada tahun 2018 sebanyak 103,444, tahun 2019 sebanyak 122.981 mahasiswa. Sedangkan tahun ini sebanyak 135.444 calon mahasiswa yang ingin masuk dikampus UIN,IAIN maupun STAIN.
Komposisi peserta tahun ini, menurut gender tercatat 45.924 laki-laki dan sisanya sebanyak 87,005 perempuan dengan peminatan rumpun IPA sebanyak 9.769 dan rumpun IPS 123.160 mahasiswa “Dari laporan panitia tersebut, tren penaikan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk masuk ke perguruan tinggi Islam sebagai wujud kepercayaan terahadap kualitas dan mutu lulusanya selama ini,” kata Ramdhani, Selasa (25/8) di Jakarta. (Baca juga: Dirjen Pendidikan Islam Ajak Kampus Saling Berkolaborasi )
Walhasil, Dhani melanjutkan, bahwa akibat kondisi wabah pandemi Corona yang melanda Indonesia, maka sistem ujian masuk kampus dari semula biasanya dilakukan secara luring (luar jaringan), tahun ini dilakukan secara daring (dalam jaringan). Dalam rekapitulasi Sistem Seleksi Elektronik (SSE) sebanyak 118.414 jumlah peserta mengikuti Ujian dari 132.929 pserta yang berhak mengikuti ujian masuk, “ Artinya, tingkat partisipasi peserta mengikuti ujian sebanyak 89,08 persen,” ujar Ramdhani.
Hal tersebut, lanjut mantan Direktur Paskasarjana UIN Bandung ini, diakibatkan ada diskualifikasi dengan berbagai macam pelanggaran saat proses Ujian, baik dalam kategori berat maupun sedang. Namun, lanjutnya lagi, bahwa 97,04 persen peserta mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh panitia selama prosen ujian berlangsung.
Pelaksanaan UMPTKIN secara serentak dilaksanakan oleh panitia pelaksana di antara kampus Islam negeri yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Tahun ini, digawangi oleh Kampus UIN Sunan Gunung Jati Bandung dan UIN Raden Intan Lampung.
Tahun ini, menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Muhammad Ali Ramdhani, sebanyak 135.444 calon mahasiswa yang melakukan registrasi, namun yang berhak untuk mengikuti ujian ditetapkan oleh panitia sebanyak 132.929 peserta. (Baca juga: 10 Rektor UIN Mengadu ke DPD, Kesulitan Buka Prodi Ilmu Sosial dan Sains )
Selanjutnya, secara tren tiga tahun terakhir telah mengalami peningkatan yang signifikan peminat untuk memasuki kampus Islam Negeri di bawah naungan Kemenag. Tercatat, bahwa pada tahun 2018 sebanyak 103,444, tahun 2019 sebanyak 122.981 mahasiswa. Sedangkan tahun ini sebanyak 135.444 calon mahasiswa yang ingin masuk dikampus UIN,IAIN maupun STAIN.
Komposisi peserta tahun ini, menurut gender tercatat 45.924 laki-laki dan sisanya sebanyak 87,005 perempuan dengan peminatan rumpun IPA sebanyak 9.769 dan rumpun IPS 123.160 mahasiswa “Dari laporan panitia tersebut, tren penaikan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk masuk ke perguruan tinggi Islam sebagai wujud kepercayaan terahadap kualitas dan mutu lulusanya selama ini,” kata Ramdhani, Selasa (25/8) di Jakarta. (Baca juga: Dirjen Pendidikan Islam Ajak Kampus Saling Berkolaborasi )
Walhasil, Dhani melanjutkan, bahwa akibat kondisi wabah pandemi Corona yang melanda Indonesia, maka sistem ujian masuk kampus dari semula biasanya dilakukan secara luring (luar jaringan), tahun ini dilakukan secara daring (dalam jaringan). Dalam rekapitulasi Sistem Seleksi Elektronik (SSE) sebanyak 118.414 jumlah peserta mengikuti Ujian dari 132.929 pserta yang berhak mengikuti ujian masuk, “ Artinya, tingkat partisipasi peserta mengikuti ujian sebanyak 89,08 persen,” ujar Ramdhani.
Hal tersebut, lanjut mantan Direktur Paskasarjana UIN Bandung ini, diakibatkan ada diskualifikasi dengan berbagai macam pelanggaran saat proses Ujian, baik dalam kategori berat maupun sedang. Namun, lanjutnya lagi, bahwa 97,04 persen peserta mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh panitia selama prosen ujian berlangsung.
Lihat Juga :