Hebat! 7 Dosen UGM Masuk Daftar 2% Ilmuwan Berpengaruh di Dunia

Selasa, 24 September 2024 - 11:15 WIB
loading...
Hebat! 7 Dosen UGM Masuk...
Sebanyak 7 dosen UGM masuk daftar 2% ilmuwan berpengaruh di dunia dalam daftar World’s Top 2% Scientist 2024 yang dirilis oleh Stanford University dan Elsevier. Foto/Ist
A A A
YOGYAKARTA - Sebanyak 7 dosen UGM masuk daftar 2% ilmuwan berpengaruh di dunia. Dalam daftar World’s Top 2% Scientist 2024 yang dirilis oleh Stanford University dan Elsevier, ke-7 dosen UGM itu masuk dalam kategori sebagai ilmuwan berpengaruh di dunia berdasarkan dari hasil riset dan dampak sitasi karya ilmiah dalam dunia akademik atau yang paling banyak dikutip maupun jadi rujukan. Artikel kali ini akan membahas hal itu secara lengkap, simak ya!

Daftar 7 Dosen UGM Masuk Daftar 2% Ilmuwan Berpengaruh di Dunia


1. Prof Abdul Rohman dari Fakultas Farmasi2. Prof Muh Aris Marfai dari Fakultas Geografi

3. Prof Ahmad Maryudi dari Fakultas Kehutanan

4. Dr Ganjar Alfian dari Sekolah Vokasi

5. Eka Noviana, Ph.D., dari Fakultas Farmasi

6. Muhammad Akhsin Muflikhun Ph.D., dari Fakultas Teknik

7. Prof Jumina dari Fakultas MIPA

Baca juga: Mengenal Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia

Prof Muh Aris Marfai dari Fakultas Geografi mengaku bersyukur bisa ditempatkan sebagai 2 persen ilmuwan paling berpengaruh dunia. Menurutnya, prestasi ini sebagai bentuk refleksi sekaligus memotivasi agar lebih banyak memberikan kontribusi dalam riset dan pengabdian kepada masyrakat.

“Tentu hal ini dapat digunakan untuk refleksi dan motivasi bagi kita dalam memberikan kontribusi dan pengabdian pada masyarakat luas melalui pemanfaatan dan pengembangan bidang keilmuan,” kata Aris dikutip dari laman ugm.ac.id, Senin, 23 September 2024.
Aris yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) menuturkan, selama ini lebih banyak melakukan publikasi di bidang ilmu geografi. Terutama terkait geomorfologi, kebencanaan, informasi geospasial dan kepesisiran.

Berdasarkan hasil penelusuran Google Scholar, ada 15 publikasi teratas berupa jurnal internasional bereputasi atas dengan data disitasi antara 150-250 kutipan tiap publikasi.

Aris menilai predikat yang diperoleh ini bukanlah tujuan. Namun semata-mata sebagai konsekuensi atas kemauan, dedikasi, dan pengabdian terus menerus pada ilmu pengetahuan untuk kebermanfaatan yang luas pada masyarakat.

Ahmad Maryudi juga mengaku senang bisa masuk daftar tersebut. Menurutnya, ada banyak indikator yang digunakan untuk membuat daftar tersebut. Jumlah publikasi hanya salah satu saja.

“Indikator yang cukup krusial adalah sejauh mana karya-karya kita mewarnai penelitian-penelitian lain di seluruh dunia, yang dicerminkan dari seberapa sering karya kita dirujuk atau disitasi. Jadi perhitungan benar-benar didasarkan pada seberapa sering kita mewarnai karya-karya peneliti lain,” papar dia.

Maryudi menuturkan untuk sub-bidang kehutanan tercatat ada 32.813 peneliti yang masuk daftar. Beruntung, dirinya berada diperingkat 201 dunia.

“Riset adalah jati diri saya. Predikat ini tentunya akan semakin memotivasi saya untuk terus berkarya. Tentunya melaksanakan riset-riset yang bermanfaat. Tidak semua riset bisa langsung diterapkan secara langsung,” kata Maryudi yang banyak melakukan riset di bidang politik-kebijakan kehutanan dan lingkungan, khususnya tentang aktor dan relasi kuasa.

Sebagai satu-satunya perempuan dari tujuh dosen UGM yang masuk daftar ilmuwan berpengaruh di dunia, Eka Noviana, terang-terangan tidak menyangka namanya masuk daftar tersebut. Apalagi dia mengaku tengah memulai awal karier sebagai peneliti.

“Suatu kehormatan bagi saya bisa masuk dalam list tersebut. Sebagai early career researcher, saya pribadi merasa masih sangat jauh dari figur peneliti berpengaruh. Semoga kedepannya saya bisa terus berkembang menuju kesana,” kata dia.

Sementara itu, ilmuwan lainnya Abdul Rohman selama 5 tahun terakhir ini banyak menghasilkan riset dan publikasi terkait dengan analisis kehalalan produk makanan dan kosmetika yang banyak disitasi di jurnal internasional.

Lain halnya dengan Jumina, ia lebih banyak melakukan riset dan publikasi di bidang sintesis senyawa obat, uji aktivitasnya sebagai antikanker, dan pembuktian mekanisme aksinya melalui molecular docking. Jumlah publikasi internasionalnya sebanyak 149 yang diterbitkan di jurnal internasional terindeks Scopus.

“Jumlah sitasi pada jurnal internasional terindeks scopus ada 1326, jumlah sitasi oleh jurnal luar dan dalam negeri ada 1766. Kebanyakan sitasi ada pada paper drug development dan kaliksarena,” kata dia.

Sedangkan, Muhammad Akhsin Muflikhun ada 797 sitasi di jurnal internasional yang terindeks Scopus, sedangkan di Google Scholar ada 1013 sitasi. Umumnya sitasi dari publikasinya mengenai Composite Manufacturing and technology, Additive manufacturing, Macro-Micro-Nano Manufacturing.

Ganjar Alfian lebih banyak melakukan publikasi terkait penerapan dari kecerdasan artifisial dan Internet of Things (IoT) untuk bidang manufaktur, kesehatan, rantai pasok, dan transportasi. Berdasarkan data dari Scopus, hingga saat ini terdapat total 1903 sitasi.

“Artikel yang paling banyak disitasi berkaitan dengan bidang kecerdasan artifisial terapan dan Internet of Things. Selain itu, hampir semua artikel yang telah dipublikasikan disitasi oleh penulis yang berafiliasi dengan institusi luar negeri,” kata dia.

Ganjar berharap pencapaian ini semakin memotivasi dirinya untuk terus melakukan lebih banyak penelitian terapan dan menghasilkan publikasi yang sejalan dengan visi Sekolah Vokasi UGM. “Harapannya, hasil-hasil tersebut dapat langsung diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar dia.

World’s Top 2% Scientists 2024 merupakan sistem perangkingan ilmiah yang disusun berdasarkan analisis dampak sitasi di berbagai bidang keilmuan menggunakan data dari database Scopus. Lembaga ini secara rutin memilih 100.000 ilmuwan dari keseluruhan ilmuwan global yang berkiprah di berbagai Lembaga akademik dunia.
(wyn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
Cerita Fulviana, Mahasiswa...
Cerita Fulviana, Mahasiswa UGM yang Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun
Daftar Ulang UGM Jalur...
Daftar Ulang UGM Jalur SNBT 2026 Dibuka, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan
UGM Terima 2.857 Mahasiswa...
UGM Terima 2.857 Mahasiswa Baru Jalur SNBT 2026, Ini Link Daftar Ulangnya
Cerita Nadya Jadi Lulusan...
Cerita Nadya Jadi Lulusan Tercepat UGM Berkat Teliti Tren Live Commerce
Cerita Djoko Slamet...
Cerita Djoko Slamet Pudjorahardjo, Peneliti yang Lulus S2 Teknik Fisika UGM di Usia 68 Tahun
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
Rekomendasi
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Berita Terkini
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
SPMB Banten 2026 Jalur...
SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Sekolah Dibuka Besok, Simak Syaratnya
PMB Sekolah Swasta Gratis...
PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved