Sejarah Lahirnya HUT TNI 5 Oktober, dari BKR, TKR hingga Pernah Bernama TRI
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 06:32 WIB
loading...
Sejarah panjang tentara Indonesia dimulai dari pembentukan BKR pada 22 Agustus 1945 hingga pernah bernama ) pada 1946. Foto ilustrasi/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ini sejarah HUT TNI yang diperingati setiap tanggal 5 Oktober. Tahun ini, TNI berusia 79 tahun. Adapun puncak acara HUT ke-79 pun akan kembali digelar dengan serangkaian atraksi dan hiburan rakyat yang direncanakan hari ini Sabtu 5 Oktober 2024 di Lapangan Monas Jakarta. Artikel kali ini akan membahas sejarah lahirnya HUT TNI, simak ya!
Dikutip dari laman resmi TNI, sejarah panjang tentara Indonesia dimulai dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945. Selanjutnya, BKR berubah nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Nama TKR pernah diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat.
Dalam rangka memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international, nama TKR diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 1946.
Satu tahun kemudian, Presiden Soekarno meresmikan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tujuannya untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat.
Pada saat-saat kritis selama Perang Kemerdekaan (1945-1949), TNI menjadi tentara rakyat, tentara revolusi, dan tentara nasional. TNI menghadapi tantangan dari dalam negeri dan dunia internasional, baik yang berdimensi militer maupun politik.
Baca juga: Daftar Panglima TNI dari Masa ke Masa, Mulai Jenderal Soedirman hingga Jenderal Agus Subiyanto
Sejarah Cikal Bakal Lahirnya TNI
Dikutip dari laman resmi TNI, sejarah panjang tentara Indonesia dimulai dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945. Selanjutnya, BKR berubah nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Nama TKR pernah diubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat.
Dalam rangka memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international, nama TKR diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 1946.
Satu tahun kemudian, Presiden Soekarno meresmikan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tujuannya untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat.
Pada saat-saat kritis selama Perang Kemerdekaan (1945-1949), TNI menjadi tentara rakyat, tentara revolusi, dan tentara nasional. TNI menghadapi tantangan dari dalam negeri dan dunia internasional, baik yang berdimensi militer maupun politik.
Baca juga: Daftar Panglima TNI dari Masa ke Masa, Mulai Jenderal Soedirman hingga Jenderal Agus Subiyanto
Lihat Juga :