Prof Satryo Brodjonegoro dan SD Darmono Bagikan Strategi Pengembangan Universitas Cetak SDM Berkualitas Global
Rabu, 16 Oktober 2024 - 21:16 WIB
loading...
Ketua AIPI 2018-2023, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro membagikan strategi kampus mencetak SDM berkualitas global. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesai (AIPI) 2018-2023, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro mengemukakan bahwa dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional mutlak dibutuhkan sebuah terobosan inovasi di bidang pendidikan.
Menurutnya, hanya dengan perbaikan kulaitas pendidikan maka SDM Indonesia dapat naik kelas. “Kita sedang urgensi Research Mindset di Indonesia. Inovasi pendidikan harus kita dorong agar dapat memecahkan segala persoalan perekonomian dan daya saing kita di tingkat global,” jelas Prof. Satryo dalam webinar pendidikan yang diselenggarakan oleh President University di Jakarta, Kamis (15/10/2024).
Menurut Satryo, saat ini Indonesia dihadapkan pada kondisi rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana dalam sejumlah laporan terkait Human Capital Index (HCI), peringkat SDM Indonesia berada pada ranking 96 dari 175 negara.
Menurutnya, ketertinggalan Indonesia dalam hal kompetensi SDM secara global tersebut tak lepas dari kualitas pendidikan yang masih rendah. “Indonesia secara konsisten mendapat peringkat rendah dalam Program for Intemational Student Assessment (PISA) yang dilakukan oleh OECD. Tren menunjukkan adanya penurunan skor PISA Indonesia yang semakin cepat untuk bidang matematika dan terutama sains. Skor PISA Indonesia juga menurun lebih cepat dibandingkan banyak negara lain. Skor PISA kita berada di peringkat 66 dari 81 negara,” ungkap Prof. Satryo.
Baca juga: President University Terima Mahasiswa Baru dari 13 Negara
Tak hanya itu, menurutnya, peringkat perguruan tinggi Indonesia juga jauh tertinggal dari negara-negara lain utamanya negara G20. “Peringkat global universitas terbaik nomer satu di Indonesia, UI secara ranking dunia berada di posisi 942, tertinggal jauh dari kampus-kampus terbaik dunia. Dan aktivitas kekayaan intelektual Indonesia juga sangat rendah. Hanya 15 persen pendaftaran paten yang berasal dari Indonesia,” jelasnya
Untuk itu, Ia mendorong agar pemerintahan kedepan dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto dapat memecahkan berbagai persoalan dan tantangan dunia pendidikan di Indonesia. Hal ini sebagai bekal menyongsong program Indonesia Maju di tahun 2045.
Menurutnya, hanya dengan perbaikan kulaitas pendidikan maka SDM Indonesia dapat naik kelas. “Kita sedang urgensi Research Mindset di Indonesia. Inovasi pendidikan harus kita dorong agar dapat memecahkan segala persoalan perekonomian dan daya saing kita di tingkat global,” jelas Prof. Satryo dalam webinar pendidikan yang diselenggarakan oleh President University di Jakarta, Kamis (15/10/2024).
Menurut Satryo, saat ini Indonesia dihadapkan pada kondisi rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana dalam sejumlah laporan terkait Human Capital Index (HCI), peringkat SDM Indonesia berada pada ranking 96 dari 175 negara.
Menurutnya, ketertinggalan Indonesia dalam hal kompetensi SDM secara global tersebut tak lepas dari kualitas pendidikan yang masih rendah. “Indonesia secara konsisten mendapat peringkat rendah dalam Program for Intemational Student Assessment (PISA) yang dilakukan oleh OECD. Tren menunjukkan adanya penurunan skor PISA Indonesia yang semakin cepat untuk bidang matematika dan terutama sains. Skor PISA Indonesia juga menurun lebih cepat dibandingkan banyak negara lain. Skor PISA kita berada di peringkat 66 dari 81 negara,” ungkap Prof. Satryo.
Baca juga: President University Terima Mahasiswa Baru dari 13 Negara
Tak hanya itu, menurutnya, peringkat perguruan tinggi Indonesia juga jauh tertinggal dari negara-negara lain utamanya negara G20. “Peringkat global universitas terbaik nomer satu di Indonesia, UI secara ranking dunia berada di posisi 942, tertinggal jauh dari kampus-kampus terbaik dunia. Dan aktivitas kekayaan intelektual Indonesia juga sangat rendah. Hanya 15 persen pendaftaran paten yang berasal dari Indonesia,” jelasnya
Untuk itu, Ia mendorong agar pemerintahan kedepan dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto dapat memecahkan berbagai persoalan dan tantangan dunia pendidikan di Indonesia. Hal ini sebagai bekal menyongsong program Indonesia Maju di tahun 2045.
Lihat Juga :