Ornamen Header
17.485 Siswa se-Jateng Dapat Paket Kuota dan 756 Pojok Wifi Gratis
17.485 Siswa se-Jateng Dapat Paket Kuota dan 756 Pojok Wifi Gratis
Ketua DPW PKS Abdul Fikri Faqih dalam peluncuran program Greget PKS 2020 di Kantor DPW PKS. Foto/Ist
SEMARANG - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Tengah dirikan 756 Pojok Wifi gratis dan membagikan 17.845 paket kuota sinau bagi siswa dan mahasiswa se-Jawa Tengah.

Pojok wifi gratis PKS dan paket kuota tersebut ditujukan kepada siswa dan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Kondisi PJJ ini kapan selesainya belum tahu, maka PKS hadir, jika ada masyarakat yang membutuhkan silahkan datang ke Pojok Internet Gratis PKS yang tersebar se-Jawa Tengah," terang Ketua DPW PKS Abdul Fikri Faqih dalam peluncuran program Greget PKS 2020 di Kantor DPW PKS, Minggu (30/8). (Baca juga: Soal PJJ, Mas Menteri Mendengar Keluhan Orang Tua, Guru dan Siswa)

Anggota DPR dari daerah pemilihan Tegal, Brebes itu menegaskan dari data Perencanaan Digitalisasi Nasional Kominfo masih ada 12.548 desa kelurahan yang belum terjangkau yang belum terjangkau 4G.



"Untuk Jawa Tengah berdasar data dari Forum Anak Jateng, 20-25% dari total siswa atau setara dengan 52.000 siswa belum bisa menyelenggarakan PJJ yang berbasis internet, PKS ingin menjadi solusi," ungkapnya.

Program ini ada 756 titik yang tersebar di daerah-daerah yang susah akses internet, untuk melayani 10-15 siswa dalam satu waktu pembelajaran," Pojok Wifi PKS ini tetap harus disiplin terhadap protokoler kesehatan, masker, tempat cuci tangan dan jaga jarak akan kami berlakukan secara ketat," ujarnya. (Baca juga: Maksimalkan PJJ, Pemerintah Disarankan Benahi Infrastruktur Internet)

Sedangkan untuk pembagian kuota sebesar 17.845 paket dapat diakses oleh masyarakat di kantor PKS kecamatan. Diharapkanbisa membantu masyarakat karenapendidikan anak merupakan yang utama.



Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Tengah Sri Praptono menambahkan, dalam program ini PKS juga menyediakan pembimbing dalam pojok wifi tersebut untuk memberikan kepastian secara teknis dan memberikan bimbingan belajar.

"Di Rembang program ini disatukan dengan rumah pintar, seperti les, dan ada pembagian handphone kepada pelajar yang tidak mampu, kami berharap membantu anak-anak kita tetap semangat dalam belajar" pungkasnya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!