Riwayat Pendidikan Prof Heri Hermansyah, Rektor UI yang Baru Saja Dilantik
Rabu, 04 Desember 2024 - 11:33 WIB
loading...
Universitas Indonesia (UI) memiliki rektor baru pengganti Ari Kuncoro. Ia adalah Prof Heri Hermansyah. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) memiliki rektor baru pengganti Ari Kuncoro. Ia adalah Prof Heri Hermansyah , seorang Guru Besar Fakultas Teknik UI (FTUI).
Sebelumnya diberitakan, Majelis Wali Amanat (MWA) UI dipimpin oleh KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memimpin pelantikan Prof Heri Hermansyah sebagai Rektor UI periode 2024-2029, Rabu (4/12/2024).
Baca juga: Heri Hermansyah Resmi Dilantik Jadi Rektor UI 2024-2029
Pelantikan Heri sebagai rektor yang memimpin Kampus Perjuangan ini berlangsung di Balai Purnomo FISIP UI, Depok, Jawa Barat ini juga turut mendampingi Ketua Dewan Guru Besar UI Prof Harkristuti Harkrisnowo.
Pada penyampaian visi misi proses pemilihan calon rektor UI, Heri menyampaikan lima strategi atas permasalahan yang saat ini mewarnai UI. Pertama menempatkan inisiatif kewirausahaan sebagai payung strategi yang mampu memberdayakan, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, riset dan inovasi yang berdampak, peningkatan daya kompetitif global, dan transformasi budaya dan tata kelola.
Sebelumnya diberitakan, Majelis Wali Amanat (MWA) UI dipimpin oleh KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memimpin pelantikan Prof Heri Hermansyah sebagai Rektor UI periode 2024-2029, Rabu (4/12/2024).
Baca juga: Heri Hermansyah Resmi Dilantik Jadi Rektor UI 2024-2029
Pelantikan Heri sebagai rektor yang memimpin Kampus Perjuangan ini berlangsung di Balai Purnomo FISIP UI, Depok, Jawa Barat ini juga turut mendampingi Ketua Dewan Guru Besar UI Prof Harkristuti Harkrisnowo.
Pada penyampaian visi misi proses pemilihan calon rektor UI, Heri menyampaikan lima strategi atas permasalahan yang saat ini mewarnai UI. Pertama menempatkan inisiatif kewirausahaan sebagai payung strategi yang mampu memberdayakan, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, riset dan inovasi yang berdampak, peningkatan daya kompetitif global, dan transformasi budaya dan tata kelola.
Lihat Juga :