Rakornas Perpustakaan Hasilkan Kebijakan Penting untuk Tingkatkan Budaya Baca dan Literasi

Kamis, 06 Februari 2025 - 10:23 WIB
loading...
Rakornas Perpustakaan...
Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) E. Aminudin Aziz. Foto/Perpusnas.
A A A
JAKARTA - Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ( Perpusnas ) E. Aminudin Aziz menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan Tahun 2025. Dalam penutupan, dia menyampaikan beberapa hal penting.

Pertama, terkait instrumen akreditasi lembaga pendidikan seperti PAUD, pendidikan dasar, dan menengah perlu dilakukan perbaikan dengan melibatkan perpustakaan di dalamnya.

"Sepanjang tahun ini tidak akan ada akreditasi, baru tahun depan dapat dilaksanakan," ucapnya, melalui siaran pers, Kamis (6/2/2025).

Kedua, mengenai program inisiatif untuk meningkatkan budaya baca dan literasi. Perpusnas dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersepakat untuk mengawal penyediaan buku untuk jalur sekolah dan bukan sekolah (perpustakaan desa, TBM, dan tempat ibadah).

“Bukan hanya Perpustakaan Nasional, namun akan melibatkan lembaga lain, termasuk Corporate Social Responsibility (CSR) akan diupayakan supaya betul-betul menjadi kenyataan," ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait induk dari taman bacaan masyarakat (TBM) berada di bawah instansi apa, pria yang akrab dipanggil Amin ini menekankan akan memberikan porsi antara peran TBM dan pegiat literasi lain agar menjadi optimal.

"Pelaksanaan Relawan Literasi Masyarakat (Rel Lima) mudah-mudahan bisa dimulai dengan beberapa program percontohan karena tidak mungkin secara langsung dilakukan di semua tempat," katanya.

Selain itu, rencana redistribusi buku milik Perpusnas ke perpustakaan daerah lebih lanjut akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga lain supaya tidak bermasalah.

"Koordinasi akan dilakukan dengan Kemenko PMK, Kementerian Desa, Kementerian Dikdasmen terkait rencana aksi untuk program-program yang diusung bersama. Urusan anggaran yang sangat menjadi kekhawatiran kita itu, justru harus menjadi pemicu," urainya.

Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2025 dibuka pada 4 Februari 2025. Diselenggarakan pada 4-5 Februari 2025, Rakornas mengusung tema "Sinergi Membangun Budaya Baca dan Kecakapan Literasi untuk Negeri". Rakornas kali ini menghadirkan semboyan baru yakni “Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa”.

Melalui rapat tahunan ini, 17 rekomendasi dihasilkan dari sesi diskusi kelompok yang dibagi ke dalam empat subtema yaitu model layanan prima perpustakaan untuk mendukung budaya membaca dan peningkatan kecakapan literasi, merancang program penguatan budaya membaca dan kecakapan literasi, pemanfaatan warisan budaya untuk penguatan budaya membaca dan kecakapan literasi, serta model penguatan kerja sama kelembagaan untuk mendukung penciptaan budaya membaca dan kecakapan literasi.

Terkait efisiensi anggaran di instansi pemerintah pada 2025, Kepala Perpusnas menilai hal ini seharusnya tidak menjadi hambatan. Menurutnya, perpustakaan masih dapat mengerjakan program dan kegiatannya. "Prinsipnya kalau tidak bisa melakukan semuanya, jangan menggagalkan semua. Lakukan apa yang kita bisa," ujarnya.

Dalam Rakornas, dia memaparkan pada tahun ini, Perpusnas mengusung sejumlah program yang terangkum dalam fishbone analysis. Dia meminta peserta Rakornas agar berkoordinasi dan bersinergi dengan unit kerja terkait di Perpusnas sesuai fishbone analysis tersebut.

“Itu adalah yang paling mudah bagi Bapak dan Ibu untuk menuju unit mana guna melakukan sinergi dan koordinasi,” pungkasnya.

Rakornas menghadirkan Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti sebagai pembicara kunci. Selain itu, ada sesi kebijakan serta sesi panel dan diskusi yang diisi oleh para narasumber di antaranya pegiat literasi Maman Suherman, Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Munawar Holil, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Kidul Kisworo, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka.

Pada Rakornas, Kepala UPT Jasa Kearsipan Yulianto mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyerahkan hibah sebanyak 96 rol mikrofilm naskah kuno kepada Kepala Preservasi dan Ahli Media Bahan Perpustakaan Perpusnas Tri Luki Cahya Dini.

Sulsel disebut merupakan rumah bagi tradisi tulis masyarakat Bugis, Makassar, dan Mandar. Di provinsi ini, tersimpan warisan budaya yang tak ternilai, yang ada di dalam naskah kuno Lontara’. Sebagian fisik asli naskah kuno tersebut terancam keberadaannya, sehingga upaya mendigitisasi mikrofilm yang berisi informasi dari naskah tersebut menjadi sangat mendesak dan penting.

Dengan teknologi di Pusat Preservasi dan Ahli Media Perpusnas, naskah-naskah kuno yang terancam rusak diselamatkan. Mikrofilm dipindai dan dikonversi dengan format digital berkualitas tinggi memastikan akses mudah dan pelestarian nilai sejarahnya. Hingga kini, sebanyak 2.883 judul naskah kuno Lontara’ telah berhasil digitisasi dari total 3.030 judul. Naskah Lontara’ menyimpan pengetahuan tentang bercocok tanam, tata niaga, hingga taktik perang.

Sebagai identitas budaya Sulsel, naskah Lontara’ adalah saksi bisu peradaban bangsa yang harus dijaga. Digitalisasi mikrofilm dengan teknologi canggih ini memberikan akses lebih luas untuk masyarakat, peneliti, dan generasi mendatang.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4.700 Perpustakaan Sekolah...
4.700 Perpustakaan Sekolah Direvitalisasi, Kemendikdasmen Dorong Literasi
Layanan iPusnas Segera...
Layanan iPusnas Segera Pulih Bertahap, Perpusnas Prioritaskan Versi Android
Siswi SDN Cikini 01...
Siswi SDN Cikini 01 Antusias Dapat Buku Bacaan Baru dari MNC Peduli: Petualangan Baru
Festival Literasi Perpusnas...
Festival Literasi Perpusnas 2025 Jadi Ajang Apresiasi dan Penggerak Budaya Baca Nasional
Joko Santoso Resmi Pimpin...
Joko Santoso Resmi Pimpin Ikatan Pustakawan Indonesia Periode 2025–2028
Kepala Perpusnas Tegaskan...
Kepala Perpusnas Tegaskan Redefinisi Perpustakaan dan Pustakawan di Era AI
Siapa Anke Gowda? Pensiunan...
Siapa Anke Gowda? Pensiunan Pekerja India yang Buka Perpustakaan dengan 2 Juta Buku
Soroti Layanan Digital...
Soroti Layanan Digital Perpustakaan, Bonnie PDIP: Sering Susah Diakses
Ini Cara Pengajuan Bantuan...
Ini Cara Pengajuan Bantuan Operasional Perpustakaan Masjid 2025
Rekomendasi
Kaitan Hari Kiamat dan...
Kaitan Hari Kiamat dan Rezeki dalam Surat Al Waqiah, Ternyata Ini Rahasianya
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Berita Terkini
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved