Mengenal Kurikulum Cinta yang Diinisiasi Kemenag, Ada Mapel Baru?

Minggu, 02 Maret 2025 - 14:58 WIB
loading...
Mengenal Kurikulum Cinta...
Gagasan Kurikulum Cinta dikenalkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) baru-baru ini. Foto/Kemenag.
A A A
JAKARTA - Gagasan Kurikulum Cinta dikenalkan oleh Kementerian Agama ( Kemenag ) baru-baru ini. Ini menjadi inisiasi untuk menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan dan bangsa sejak anak usia dini.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan, masih terdapat fenomena di jenjang pendidikan dasar di mana anak-anak menunjukkan sikap intoleran, saling menyalahkan, bahkan membenci satu sama lain karena perbedaan keyakinan.

Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Ungkap Godok Kurikulum 'Cinta', Ini Maknanya

Hal ini, kata Amien, sering kali terjadi tanpa disadari sejak dini. Oleh karena itu, Kurikulum Cinta hadir sebagai solusi melalui insersi nilai-nilai keberagaman dalam berbagai mata pelajaran, khususnya dalam pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama.

Empat Aspek Utama Kurikulum Cinta


Kurikulum Cinta dirancang dengan empat pilar utama:

1. Cinta kepada Tuhan (Hablum Minallah)


Kurikulum ini bertujuan membangun hubungan yang kuat antara anak-anak dan Allah sejak dini."Di mana anak-anak sejak dini sudah terbiasa memperkuat hubungannya dengan Allah," katanya dilansir dari laman Pendis Kemenag, Minggu (2/3/2025).

Baca juga: Cinta sebagai Roh Utama Sistem Pendidikan Indonesia

2. Cinta kepada Sesama Manusia (Hablum Minannas)


Anak-anak diajarkan untuk menghargai keberagaman dan membangun hubungan harmonis dengan sesama, terlepas dari perbedaan agama atau latar belakang.

3. Cinta kepada Lingkungan (Hablum Bi'ah)

Kurikulum ini juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan. “Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini harus ditangani secara terstruktur dan sistematis. Anak-anak kita harus disadarkan akan pentingnya menjaga bumi,” lanjutnya.

Baca juga: Wamenag Kunjungi Menteri Hukum, Bahas Pemekaran Ditjen Pendidikan Islam

4. Cinta kepada Bangsa (Hubbul Wathan)


Kecintaan terhadap Tanah Air menjadi pilar penting. “Banyak anak-anak kita yang setelah belajar di luar negeri, justru lebih merasa menjadi orang luar dibandingkan bagian dari bangsanya sendiri. Kita ingin menginsersi agar anak-anak kita tetap berpegang teguh pada akar budayanya,” ungkapnya.

Integrasi ke dalam Mata Pelajaran yang Ada


Amien menegaskan bahwa Kurikulum Cinta tidak diperkenalkan sebagai mata pelajaran baru, melainkan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada. Kemenag telah menyiapkan buku panduan sebagai acuan bagi para pendidik dalam menyisipkan nilai-nilai cinta, toleransi, dan spiritualitas ke dalam proses pembelajaran.

Metode Pembelajaran yang Beragam


Strategi implementasi kurikulum ini disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Di tingkat Raudhatul Athfal (RA/PAUD), metode pembelajaran akan menggunakan permainan dan pembiasaan positif. Sementara itu, di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, pendekatan berbasis pengalaman dan refleksi akan lebih ditekankan.

“Kami sudah melakukan riset dan survei terkait kondisi keberagaman di Indonesia, dan memang masih ada tantangan yang perlu kita hadapi bersama. Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi landasan utama untuk memperbaiki kondisi ini,” ujar Suyitno.

Langkah Implementasi dan Evaluasi


Sebagai langkah awal, Kemenag akan memberikan pendampingan kepada para pendidik dan menyiapkan instrumen evaluasi untuk mengukur keberhasilan Kurikulum Cinta secara berkelanjutan.

Dengan demikian, diharapkan kurikulum ini dapat membentuk generasi yang lebih toleran, peduli, dan mencintai sesama serta lingkungannya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Bawa Konsep Eco Socio...
Bawa Konsep Eco Socio Tech, Sekolah Berstandar Internasional Pertama Segera Beroperasi di Indramayu
Beasiswa Indonesia Bangkit...
Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Buka Program Magister Lanjut Doktor, Kuliah S2 hingga S3 Jalur Cepat
Peluang Kuliah S2 Gratis...
Peluang Kuliah S2 Gratis di Inggris, Kemenag Buka Beasiswa Double Degree 2026
Atasi Bullying dan Krisis...
Atasi Bullying dan Krisis Akhlak, Kemenag Rilis Belajar Mandiri Kurikulum Berbasis Cinta
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Workshop Pengasuh Bahas...
Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
Kemenag Dorong Waisak...
Kemenag Dorong Waisak 2026 di Borobudur Jadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian
Rekomendasi
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Berita Terkini
Unesa Buka Seleksi Jalur...
Unesa Buka Seleksi Jalur Mandiri Non Tes Rapor 2026, Simak Syaratnya
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved