Fakultas Kedokteran UIN Walisongo Semarang Ciptakan Dokter Muslim Ahli Stem Cell dan Regeneratif
Kamis, 10 April 2025 - 19:37 WIB
loading...
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyambut antusias hadirnya Fakultas Kedokteran UIN Walisongo Semarang sebagai bagian dari wajah baru transformasi pendidikan tinggi Islam. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Universitas Islam Negeri ( UIN) Walisongo Semarang telah resmi mendirikan Fakultas Kedokteran dengan terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 193/B/O/2025. Pendirian fakultas ini menandai kehadiran UIN Walisongo sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang memiliki program studi kedokteran. Lebih dari itu, fakultas ini membawa kekhasan dan visi transformasional yang berbeda, menjadikannya unik di tengah deretan fakultas kedokteran lainnya.
Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter di Fakultas Kedokteran UIN Walisongo akan mengusung pendekatan kedokteran regeneratif berbasis riset. Selain itu, fakultas ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang menyediakan fasilitas untuk riset Stem Cell, khususnya dalam penelitian kanker. Ini merupakan langkah strategis UIN Walisongo untuk menjawab tantangan kesehatan modern sekaligus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di bidang medis.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyambut antusias hadirnya FK Walisongo sebagai bagian dari wajah baru transformasi pendidikan tinggi Islam. Menurutnya, fakultas ini menjadi bentuk konkret pengamalan Kurikulum CINTA, ruh dari pendidikan Islam masa kini.
"Kita ingin melahirkan dokter-dokter muslim yang mencintai Allah dengan ilmu yang diamalkan, mencintai sesama dengan pelayanan kemanusiaan, mencintai lingkungan melalui praktik medis berkelanjutan, dan mencintai bangsa lewat kontribusi nyata dalam kesehatan masyarakat," kata Amien dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).
Senada, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menekankan bahwa pendirian FK UIN Walisongo telah melewati proses seleksi ketat terkait kesiapan SDM, infrastruktur, dan sistem penjaminan mutu. Ia menyebut bahwa Kementerian Agama terus mendorong PTKIN menjadi pusat keunggulan dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan.
"Kita ingin para dokter dari PTKIN tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga membawa nilai-nilai keislaman dan kepekaan sosial ke tengah masyarakat," kata Sahiron.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Nizar, menegaskan bahwa fakultas ini dirancang untuk mencetak dokter muslim yang berkarakter kuat, religius, dan memiliki kepekaan sosial tinggi. Distingsi lulusan dirumuskan dalam sembilan karakter khas bertajuk “W-A-L-I-S-O-N-G-O”: Wise, Adaptive, Literate, Intellect, Strong-willed, Obedient, Nurturant, Growth Mindset, dan Open-minded.
Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter di Fakultas Kedokteran UIN Walisongo akan mengusung pendekatan kedokteran regeneratif berbasis riset. Selain itu, fakultas ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang menyediakan fasilitas untuk riset Stem Cell, khususnya dalam penelitian kanker. Ini merupakan langkah strategis UIN Walisongo untuk menjawab tantangan kesehatan modern sekaligus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di bidang medis.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyambut antusias hadirnya FK Walisongo sebagai bagian dari wajah baru transformasi pendidikan tinggi Islam. Menurutnya, fakultas ini menjadi bentuk konkret pengamalan Kurikulum CINTA, ruh dari pendidikan Islam masa kini.
"Kita ingin melahirkan dokter-dokter muslim yang mencintai Allah dengan ilmu yang diamalkan, mencintai sesama dengan pelayanan kemanusiaan, mencintai lingkungan melalui praktik medis berkelanjutan, dan mencintai bangsa lewat kontribusi nyata dalam kesehatan masyarakat," kata Amien dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).
Senada, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menekankan bahwa pendirian FK UIN Walisongo telah melewati proses seleksi ketat terkait kesiapan SDM, infrastruktur, dan sistem penjaminan mutu. Ia menyebut bahwa Kementerian Agama terus mendorong PTKIN menjadi pusat keunggulan dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan.
"Kita ingin para dokter dari PTKIN tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga membawa nilai-nilai keislaman dan kepekaan sosial ke tengah masyarakat," kata Sahiron.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Nizar, menegaskan bahwa fakultas ini dirancang untuk mencetak dokter muslim yang berkarakter kuat, religius, dan memiliki kepekaan sosial tinggi. Distingsi lulusan dirumuskan dalam sembilan karakter khas bertajuk “W-A-L-I-S-O-N-G-O”: Wise, Adaptive, Literate, Intellect, Strong-willed, Obedient, Nurturant, Growth Mindset, dan Open-minded.
Lihat Juga :