UTBK 2025 Diwarnai Kecurangan, Panitia Temukan 10 Joki Lintas Provinsi
Selasa, 29 April 2025 - 20:53 WIB
loading...
Ketua Umum Panitia SNPMB 2025 Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa bentuk kecurangan pelaksanaan UTBK-SNBT 2025 yang paling menonjol adalah penggunaan jasa joki. Foto/Riyan Rizki Roshali
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru ( SNPMB ) 2025 Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa bentuk kecurangan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes ( UTBK -SNBT) 2025 yang paling menonjol adalah penggunaan jasa joki. Setidaknya 10 kasus perjokian berhasil diungkap oleh panitia selama pelaksanaan ujian.
Menurut Eduart, praktik joki yang ditemukan tidak hanya sederhana, namun melibatkan modus yang semakin canggih dan terorganisir. Dua metode utama yang digunakan adalah pemalsuan identitas peserta untuk menggantikan posisi ujian secara langsung, dan penggunaan alat bantu komunikasi tersembunyi untuk membocorkan jawaban selama ujian berlangsung.
Yang mengejutkan, jaringan joki ini tidak hanya bersifat lokal, melainkan lintas provinsi. Setelah ditelusuri lebih dalam, diketahui bahwa komunikasi dan koordinasi dilakukan antara pelaku dari beberapa kota berbeda.
"Keterlibatan, ini yang menarik. Jaringan perjokian lintas provinsi. Jadi bisa saja kasus didapatkan, setelah dilacak komunikasi yang terbangun, itu dari kota ini, kota ini, dan kota itu,” kata Eduart, Selasa (29/4/2025).
Baca Juga: Joki hingga Kamera di Ciput Jilbab Jadi Modus Operandi Kecurangan UTBK 2025
Menurut Eduart, praktik joki yang ditemukan tidak hanya sederhana, namun melibatkan modus yang semakin canggih dan terorganisir. Dua metode utama yang digunakan adalah pemalsuan identitas peserta untuk menggantikan posisi ujian secara langsung, dan penggunaan alat bantu komunikasi tersembunyi untuk membocorkan jawaban selama ujian berlangsung.
Yang mengejutkan, jaringan joki ini tidak hanya bersifat lokal, melainkan lintas provinsi. Setelah ditelusuri lebih dalam, diketahui bahwa komunikasi dan koordinasi dilakukan antara pelaku dari beberapa kota berbeda.
"Keterlibatan, ini yang menarik. Jaringan perjokian lintas provinsi. Jadi bisa saja kasus didapatkan, setelah dilacak komunikasi yang terbangun, itu dari kota ini, kota ini, dan kota itu,” kata Eduart, Selasa (29/4/2025).
Baca Juga: Joki hingga Kamera di Ciput Jilbab Jadi Modus Operandi Kecurangan UTBK 2025
Lihat Juga :