Riwayat Pendidikan Mulyono, Tinggalkan UGM Hingga Jadi Lulusan Terbaik Sekolah Militer

Rabu, 30 April 2025 - 14:38 WIB
loading...
Riwayat Pendidikan Mulyono,...
Jenderal TNI (Purn) Mulyono diterima di UGM namun memilih jalur berbeda yang akhirnya membawa dirinya ke jenjang karier militer yang gemilang. Foto/UGM.
A A A
JAKARTA - Ulasan mengenai Jenderal TNI (Purn) Mulyono menarik untuk diulas. Mulyono memiliki perjalanan pendidikan yang luar biasa, yang membawanya dari seorang anak desa hingga mencapai puncak karier sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat ( KSAD ).

Artikel ini mengulas lebih dalam mengenai riwayat pendidikan Mulyono, yang patut dicontoh oleh banyak generasi muda yang ingin mengabdi kepada negara.

Baca juga: 8 Fakta tentang Mulyono, Nomor 4 Pernah Diterima di UGM

Salah satu kisah yang menarik adalah bagaimana ia diterima di Universitas Gadjah Mada ( UGM ) namun memilih jalur berbeda yang akhirnya membawa dirinya ke jenjang karier militer yang gemilang.

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan Dasar Mulyono


Mulyono lahir di Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada 12 Januari 1961, sebagai anak ketiga dari tujuh bersaudara.

Ayahnya, Suyatno Yatno Wiyoto, bekerja di Dinas Pekerjaan Umum sebagai petugas pengairan dengan pendidikan yang terbatas, sementara ibunya, Pardinah, adalah ibu rumah tangga.

Baca juga: Pendidikan Yakup Hasibuan Kuasa Hukum Jokowi di Kasus Ijazah Palsu, Alumnus FH UI

Meski berasal dari keluarga yang sederhana, semangat untuk belajar dan mengembangkan diri tumbuh sejak dini pada Mulyono.

Nama "Mulyono" sendiri dipilih dengan harapan agar kelak anak ketiga ini dapat membawa kemuliaan bagi keluarga.

Di masa kecilnya, Mulyono diasuh oleh kakeknya, yang seorang petani, sehingga ia sering terlibat dalam pekerjaan pertanian sehari-hari.

Baca juga: Profil dan Riwayat Pendidikan Hasan Nasbi, Kepala PCO yang Mengundurkan Diri

Namun, meski sibuk membantu keluarga, ia tetap melanjutkan pendidikannya. Setelah tamat SD di SD Negeri Cepokosawit, Mulyono melanjutkan ke SMP Negeri Sawit dan kemudian ke SMA Negeri I Boyolali.

Pendidikan yang lebih tinggi menjadi impian Mulyono, yang melihat pendidikan sebagai sarana untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Meniti Pendidikan Tinggi di UGM dan Keputusan Beralih ke AKABRI


Setelah lulus dari SMA, Mulyono melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan memilih Fakultas Peternakan. Ia bahkan sempat diterima di UGM, namun keputusan besar datang ketika ia memutuskan untuk mengalihkan fokusnya ke jalur militer .

Di sela-sela menunggu pengumuman dari UGM, Mulyono bertemu dengan seorang pamannya yang merupakan anggota TNI.

Melihat taruna AKABRI yang tampil gagah dan disiplin, hatinya tergugah untuk mengikuti jejak mereka.

Mulyono merasa bahwa bergabung dengan AKABRI adalah pilihan yang tepat, mengingat kondisi keuangan keluarganya yang terbatas dan kebutuhan biaya untuk adik-adiknya yang juga harus didukung.

Dengan tekad bulat, ia pun mendaftar untuk menjadi taruna AKABRI. Meski sudah diterima di UGM, Mulyono memutuskan untuk mengejar cita-citanya sebagai prajurit.

Pada akhirnya, setelah melalui serangkaian tes, Mulyono diterima di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada tahun 1983.

Keputusan ini membawa Mulyono pada perjalanan panjang yang berujung pada keberhasilannya di dunia militer.

Pendidikan Militer dan Menapaki Karier Cemerlang


Pendidikan militer yang diikuti oleh Mulyono mencakup berbagai tahap yang membentuk karakternya sebagai prajurit tangguh.

Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1987 dengan predikat sepuluh terbaik.

Pendidikan militer yang dijalani oleh Mulyono tidak hanya mengajarkan disiplin dan kepemimpinan, tetapi juga membekali Mulyono dengan kemampuan untuk menghadapi tantangan besar di medan tugas.

Pendidikan lanjutan yang diikuti oleh Mulyono meliputi Sesarcabif, Dik PARA, Diklapa I dan II Inf, serta Seskoad. Di Seskoad, Mulyono berhasil meraih gelar lulusan terbaik pada Susreg XXXVI pada tahun 1999.

Tidak hanya itu, ia juga melanjutkan pendidikan di Sesko TNI pada tahun 2007 dan Lemhannas pada tahun 2012.

Semua pencapaian ini menunjukkan kualitas pendidikan militer yang ia tempuh dan kemampuan luar biasa yang dimilikinya dalam menghadapi berbagai situasi.

Puncak Karier Militer


Mulyono memulai karier militer sebagai Danton Yonif 712/Wiratama di Kodam XIII/Merdeka, Sulawesi Utara. Kariernya semakin menanjak setelah ia dipercaya menjadi Dandim, Danrem, dan kemudian Dirlat Kodiklat TNI AD.

Setiap jabatan yang diemban Mulyono, ia selalu berhasil menunjukkan dedikasi dan kepemimpinan yang kuat, yang akhirnya membawanya pada posisi yang lebih tinggi.

Pada puncak kariernya, Mulyono diangkat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), jabatan tertinggi di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Mulyono menunjukkan sikap rendah hati meskipun memiliki jabatan yang sangat tinggi, selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan prajurit-prajuritnya.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ia membuang pangkat bintang empat dari seragam dinasnya untuk lebih dekat dengan prajuritnya, menciptakan suasana kerja yang penuh semangat dan kebersamaan.

Selama menjabat sebagai KSAD, Mulyono dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan prajuritnya. Ia sering berbaur dengan prajurit, bahkan tidak segan-segan menanggalkan pangkat bintang empat demi menjalin kedekatan dengan mereka.

Sikap rendah hati dan kebersamaan ini membuat Mulyono sangat dihormati oleh para prajurit, yang merasa bahwa mereka memiliki pemimpin yang memahami kesulitan dan tantangan mereka.

Mulyono juga dikenal sebagai pemimpin yang mementingkan semangat tim dalam tubuh TNI Angkatan Darat. Baginya, keberhasilan dalam menjalankan tugas tidak hanya bergantung pada individu, tetapi pada kerja sama yang solid antara semua anggota tim, dari prajurit hingga jenderal.

Itulah sebabnya Mulyono selalu menekankan pentingnya kekompakan dan semangat bersama dalam menjalankan tugas negara.

Penghargaan dan Kehormatan dari TNI


Karena dedikasinya yang luar biasa, Mulyono mendapat berbagai penghargaan, salah satunya adalah tiga brevet kehormatan dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus), yakni Brevet Komando, Brevet Para Utama, dan Brevet Gultor Kehormatan.

Pemberian penghargaan ini merupakan pengakuan atas keberhasilan dan dedikasi Mulyono dalam menjaga keamanan negara dan memimpin prajurit di berbagai medan tugas.

Riwayat pendidikan dan karier militer Mulyono menjadi teladan bagi banyak orang, terutama bagi generasi muda yang ingin mengabdi kepada bangsa dan negara.

Baca juga: Kuliah di Mana Cak Lontong? Komedian yang Ditunjuk sebagai Komisaris Ancol

Meski berasal dari keluarga sederhana dan menghadapi banyak tantangan dalam hidupnya, Mulyono berhasil meraih kesuksesan berkat tekad, kerja keras, dan semangat pantang menyerah.

Pendidikan, baik formal maupun militer, menjadi dasar dari perjalanan hidup Mulyono yang penuh dengan prestasi dan dedikasi.

Dengan mengutamakan pendidikan, baik itu di bangku sekolah maupun di Akademi Militer, Mulyono membuktikan bahwa dengan kemauan dan usaha, siapapun dapat mencapai impian mereka, meski berasal dari latar belakang yang sederhana.

Keberhasilannya menginspirasi banyak orang untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik untuk negara.

Riwayat pendidikan Mulyono adalah kisah inspiratif tentang perjuangan dan dedikasi seorang anak desa yang berhasil menembus dunia militer dengan tekad dan semangat yang luar biasa.

Dari pendidikan dasar hingga pendidikan militer yang panjang, Mulyono membuktikan bahwa pendidikan adalah kunci untuk meraih sukses.

Keberhasilannya juga menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik berasal dari pemahaman terhadap bawahannya dan kemampuan untuk bekerja bersama sebagai satu tim.

Perjalanan hidupnya menjadi bukti nyata bahwa dengan kerja keras dan pendidikan yang baik, setiap orang dapat mencapai puncak kesuksesan yang diinginkan.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
Cerita Fulviana, Mahasiswa...
Cerita Fulviana, Mahasiswa UGM yang Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun
Daftar Ulang UGM Jalur...
Daftar Ulang UGM Jalur SNBT 2026 Dibuka, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Rekomendasi
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
Penampakan Roy Suryo...
Penampakan Roy Suryo usai Ditahan: Menenteng Rompi Oranye, Enggan Komentar
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Berita Terkini
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Infografis
Deretan Tokoh Bangsa...
Deretan Tokoh Bangsa Lulusan Pesantren, Ada Gus Dur hingga Haedar Nashir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved