8 Fakta Menarik Ki Hajar Dewantara yang Wajib Kamu Tahu di Hari Pendidikan Nasional

Jum'at, 02 Mei 2025 - 07:00 WIB
loading...
8 Fakta Menarik Ki Hajar...
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei tidak bisa dipisahkan dari sosok Ki Hajar Dewantara. Foto/indonesianembassy.de.
A A A
JAKARTA - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei tidak bisa dipisahkan dari sosok Ki Hajar Dewantara . Sebagai pelopor pendidikan di Indonesia, kiprahnya menjadi inspirasi sekaligus dasar penetapan tanggal tersebut sebagai momen penting dalam dunia pendidikan nasional.

Penetapan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional dilakukan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 316 Tahun 1959. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara, tokoh sentral dalam perjuangan pendidikan Indonesia.

Baca juga: Link Unduh Logo Hardiknas 2025 Berikut Tema Hari Pendidikan Nasional

Untuk mengenal lebih dekat sosoknya, berikut 8 fakta menarik tentang Ki Hajar Dewantara yang penting untuk diketahui masyarakat Indonesia.

8 Fakta Menarik Ki Hajar Dewantara

1. Pahlawan Nasional di Bidang Pendidikan

Ki Hajar Dewantara diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soekarno pada 28 November 1959. Pengakuan ini diberikan atas kontribusinya yang besar dalam dunia pendidikan dan perjuangan kemerdekaan bangsa. Ia lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889, dan hari kelahirannya kini diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

2. Nama Asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat

Sebelum dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara, ia lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Lahir dari keluarga bangsawan, ia adalah cucu dari Sri Paku Alam III.

Baca juga: Apakah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025 Sekolah Libur?

Meski berasal dari kalangan ningrat, ia dikenal membela hak-hak rakyat kecil dalam memperoleh pendidikan yang adil.

3. Riwayat Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Pendidikan awalnya ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS), lalu dilanjutkan ke School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen (STOVIA). Sayangnya, ia tidak menyelesaikan studinya di STOVIA karena alasan kesehatan. Meski demikian, pengalaman pendidikannya menjadi pondasi kuat dalam merancang sistem pendidikan yang inklusif dan nasionalis.

Baca juga: Pedoman Upacara Bendera Hardiknas 2025 Sesuai Aturan Kemendikdasmen

4. Pendiri Perguruan Taman Siswa

Pada tahun 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan National Onderwijs Instituut Taman Siswa di Yogyakarta. Lembaga pendidikan ini membuka akses belajar bagi rakyat pribumi yang sebelumnya termarginalkan oleh sistem pendidikan kolonial. Taman Siswa dikenal dengan pendekatannya yang menanamkan nilai kebangsaan, kemandirian, dan kebebasan berpikir dalam proses belajar-mengajar.

5. Warisan dan Peringatan Hari Pendidikan Nasional

Ki Hajar Dewantara wafat pada 26 April 1959. Meski telah tiada, warisan perjuangannya terus hidup. Namanya diabadikan sebagai nama jalan, museum, hingga kapal perang TNI. Ia juga tampil dalam uang kertas edisi 1998. Konsep pendidikannya menjadi dasar filosofi sistem pendidikan Indonesia hingga saat ini.

6. Filosofi Pendidikan: Tut Wuri Handayani

Trilogi pendidikan yang diperkenalkan oleh Ki Hajar Dewantara masih digunakan hingga kini, yaitu:

Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan),

Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun semangat),

Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan).

Filosofi ini menunjukkan bahwa seorang pendidik tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teladan dan motivator bagi peserta didik.

7. Aktif dalam Dunia Politik

Selain bergerak di bidang pendidikan, Ki Hajar Dewantara juga berperan dalam dunia politik. Ia menjadi Menteri Pendidikan Indonesia pertama pada tahun 1950. Sebelumnya, pada tahun 1912, ia turut mendirikan Indische Partij, partai politik nasionalis pertama di Indonesia bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo.

8. Perjuangan Lewat Jurnalisme

Ki Hajar Dewantara juga dikenal sebagai jurnalis pejuang. Ia aktif menulis di media seperti Sediotomo, De Express, dan Oetoesan Hindia. Salah satu tulisannya yang terkenal berjudul "Als Ik Eens Nederlander Was" (Seandainya Aku Seorang Belanda), menjadi kritik keras terhadap kebijakan kolonial dan menyebabkan dirinya diasingkan ke Pulau Bangka.

Demikian sekilas 8 fakta menarik tentang Ki Hajar Dewantara . Semoga bermanfaat.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pulau Arar...
Kunjungi Pulau Arar Papua, Mendikdasmen Tegaskan Akses Pendidikan Anak di Daerah Terpencil
Cara Akses Platform...
Cara Akses Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen untuk Guru, Siswa, dan Orang Tua
Wamen Stella dan Pramono...
Wamen Stella dan Pramono Anung Bahas Jakarta Jadi Pusat Pendidikan Internasional
Azril Bocah Cemong yang...
Azril Bocah Cemong yang Viral dari Temanggung, Kini Tampil Aktif dan Ceria di Momen Hardiknas 2026
Hardiknas 2026, Kemendiktisaintek...
Hardiknas 2026, Kemendiktisaintek Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Teknologi, dan Inovasi
Hardiknas 2026, Mendikdasmen...
Hardiknas 2026, Mendikdasmen Sampaikan Terima Kasih kepada Guru di Seluruh Indonesia
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Rekomendasi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved