TKA Dinilai Lebih Objektif untuk Mengukur Hasil Belajar Murid

Senin, 02 Juni 2025 - 20:48 WIB
loading...
TKA Dinilai Lebih Objektif...
Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan dilakukan terhadap siswa sekolah dasar dan menengah. Foto/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan dilakukan terhadap siswa sekolah dasar dan menengah dinilai sebagai metode seleksi objektif yang tepat diterapkan oleh pemerintah.

Pengamat Pendidikan dari Universitas Multimedia Nusantara, Doni Koesoema, mengatakan, sejak Ujian Nasional (UN) dihapuskan, Indonesia tidak memiliki alat ukur objektif untuk menilai hasil belajar individu siswa pada aspek mata pelajaran tertentu.

Menurut Doni, sesuai amanat Pasal 57 dan 58 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional penentuan kelulusan siswa tetap merupakan keputusan sekolah. Sebab, sekolah merupakan pihak yang mengenal lebih dalam keseharian dan keseluruhan proses pendidikan siswa sesuai profilnya. Adapun TKA menjadi salah satu alat ukur untuk menilai kualitas hasil belajar individu siswa oleh lembaga di luar sekolah.

“Dengan cara ini manipulasi nilai sekolah akan berkurang dan di saat yang sama sekolah mendapatkan feedback untuk meningkatkan kualitasnya,” ungkap Doni kepada media.

Doni menjelaskan, TKA merupakan metode paling efektif untuk mengukur kemampuan calon mahasiswa perguruan tinggi secara objektif, mengurangi bias, serta sesuai standar global. Dia mencontohkan, selama ini Matematika adalah salah satu pelajaran yang paling sedikit mengalami bias sosial ekonomi siswa.

Sebaliknya, Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran dengan tingkat bias sosial ekonomi yang tinggi. Siswa yang berasal dari kalangan kelas menengah umumnya memiliki penguasaan Bahasa Inggris yang lebih memadai.

“Dengan begitu perlu dilakukan penataan ulang pada porsi persentase masing-masing mata pelajaran yang akan diujikan agar seleksi menjadi lebih adil dan representatif,” tegas Doni.

Ia juga menyarankan agar dilakukan pembenahan dalam berbagai aspek pelaksanaan TKA, khususnya terkait integritas selama proses ujian.

“Aspek yang memerlukan penyempurnaan dalam TKA yaitu pelaksanaan ujian sesuai standar evaluasi, tidak boleh ada manipulasi dan kecurangan saat dilaksanakan ujian di sekolah,” ujar Doni.

Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian sebelumnya mengatakan TKA bukan sekadar pengganti UN ataupun penentu kelulusan, melainkan instrumen evaluasi kemampuan individu siswa. Hasil TKA, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai indikator tambahan dalam proses seleksi pendidikan.

Pada jenjang Sekolah Menengah Atas, hasil TKA dapat menjadi pertimbangan dalam penerimaan mahasiswa baru melalui jalur prestasi di perguruan tinggi. Sementara itu, pada jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, hasil tes ini dapat digunakan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru untuk memastikan proses seleksi dilakukan secara lebih objektif dan berbasis kemampuan akademik siswa.

Soal-soal dalam TKA di tingkat SMA, misalnya, dirancang dengan mengacu pada konsep High Order Thinking Skills (HOTS), yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang menuntut siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan solusi dari suatu permasalahan.

Pola soal ini serupa dengan jenis soal yang digunakan dalam Ujian Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri, sehingga diharapkan dapat mendorong siswa untuk mengembangkan daya nalar dan pemahaman mendalam terhadap materi.

Menurut dia, pemerintah merencanakan pelaksanaan TKA untuk jenjang Sekolah Menengah Atas pada November 2025, dengan cakupan mata pelajaran tertentu yang akan ditentukan lebih lanjut.

“Sebaik apapun alat bantu yang digunakan, tidak akan optimal tanpa kesungguhan semua pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi diri dan perencanaan perbaikan ke depan,” tutup Hetifah.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TKA SMA 2026 Dimulai...
TKA SMA 2026 Dimulai Oktober, Sistem Baru Berlaku: Satu Hari Satu Mapel
Pentas Disney’s Finding...
Pentas Disney’s Finding Nemo Jr oleh Siswa HIS Donasikan Hasil Tiket untuk Pendidikan Papua
TKA SMP Digelar 6 April...
TKA SMP Digelar 6 April 2026, Ini Jumlah Soal, Materi, dan Waktu Pelaksanaannya
Antusias Tinggi, Jumlah...
Antusias Tinggi, Jumlah Peserta TKA 2026 Sudah Mencapai 8,5 Juta Peserta
Mendikdasmen Terbitkan...
Mendikdasmen Terbitkan Aturan Manajemen Talenta Murid, Identifikasi Bakat dan Minat Sejak Dini
TKA dan Asesmen Nasional...
TKA dan Asesmen Nasional Digabung pada 2026, Mendikdasmen: Kurangi Beban Ujian di Sekolah
Siapa Yudas Iskariot...
Siapa Yudas Iskariot yang Diserupakan dengan Nabi Isa saat Penyaliban? Begini Penjelasan Al Quran!
Pria Ini Potong Kakinya...
Pria Ini Potong Kakinya Sendiri agar Diterima di Fakultas Kedokteran via Jalur Disabilitas
Menata Iklim Sekolah...
Menata Iklim Sekolah yang Memuliakan Manusia
Rekomendasi
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Berita Terkini
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
BPJS Kesehatan Buka...
BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja PATT 2026, Pendidikan Minimal D3 Semua Jurusan
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved